Tips Memilih Busi Berkualitas dan Tepat untuk Sepeda Motor

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Busi. Dok. NGK

    Ilustrasi Busi. Dok. NGK

    TEMPO.CO, Jakarta - Busi merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Pengendara perlu memilih busi yang asli dan berkualitas agar kinerja mesin motor maksimal.

    Busi sendiri berfungsi membakar campuran udara atau bahan bakar, serta membantu untuk melepas panas dari ruang pembakaran mesin.

    Mengingat fungsinya yang cukup vital, Manager Public Relations, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Antonius Widiantoro mengatakan bahwa penggunaan busi yang tepat dan berkualitas dapat memaksimalkan performa sepeda motor.

    "Pemillihan serta penggunaan busi yang tepat dan sesuai standard, dapat memaksimalkan pembakaran di dalam ruang bakar, sehingga akan meningkatkan performa mesin dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dalam berkendara,” ucap Antonius dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Selasa, 29 Juni 2021.

    Dalam memilih busi yang tepat untuk motor, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut tipsnya menurut Yamaha Motor Indonesia.

    1. Ukuran Busi

    Pemilihan busi yang tepat harus dilihat dari ukurannya, terutama diameter ulir, panjang ulir, dan jangkauan insulator.

    Jika ukuran busi tidak sesuai, bisa menyebabkan busi longgar, overheat, hingga menimbulkan endapan karbon yang menyebabkan pengapian menjadi tidak sempurna. Hal tersebut juga dapat merusak piston.

    2. Ketahui Angka Panas Busi

    Banyak pengendara yang belum tahu bahwa penggunaan busi pada motor harus memperhatikan angka panas busi. Pasalnya, jika angka panas busi terlalu besar atau terlalu dingin, dapat menyebabkan pengendapan karbon pada busi (carbon fouling).

    Kemudian apabila angka panas busi terlalu kecil atau busi terlalu panas, dapat menyebabkan overheat dan mengakibatkan gagal pengapian (misfire).

    Semakin tinggi angka busi (7,8,atau 9) maka termasuk golongan busi dingin. Sebaliknya, jika semakin rendah angkanya (dibawah 6) maka termasuk golongan busi panas.

    Busi dingin memiliki insulator pendek yang cepat melepas panas, cocok digunakan pada motor dengan performa tinggi, seperti motor balap. Sedangkan busi panas lebih cepat panas dan lebih lambat dalam melepaskan panas, sehingga cocok digunakan untuk motor sehari-hari.

    3. Lihat Penampilan Fisik Busi

    Busi termasuk dalam kondisi prima apabila memiliki ciri-ciri, gasket (ring) sangat sulit dilepas dan Metal Shell lebih mengkilap karena melalui proses chromium plating CR3.

    Kemudian juga kondisi busi prima dapat dilihat dari ulir terminal nut yang lebih halus dan rapi, serta konstruksi ujung elektroda, gap, dan penyambungan busi yang sangat rapi.

    Baca juga: Ini yang Terjadi Bila Salah Memasang Busi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.