Ini Arti dan Fungsi dari Tiga Jenis Lampu Rotator

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil ambulans melintas di jalan Rasuna Said saat masa PPKM Darurat, di Jakarta, Senin, 5 Juli 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    Mobil ambulans melintas di jalan Rasuna Said saat masa PPKM Darurat, di Jakarta, Senin, 5 Juli 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Di tengah gentingnya penanganan pandemi Covid-19, mobil ambulans memiliki fungsi yang vital. Dengan lampu rotator dan sirinenya, ambulans akan mengantarkan pasien Covid-19 ke rumah sakit dengan cepat. Dengan begitu, pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat mendapat segera mendapat pertolongan.

    Kini, beredar informasi bahwa sirine ambulans memiliki arti yang berbeda-beda tergantung dengan bunyinya. Di akun Twitter @bintangbete terdapat video yang menjelaskan perbedaan arti tersebut. Dalam video tersebut, seorang petugas menjelaskan bahwa bunyi ambulans terdiri dari empat jenis dengan fungsi yang berbeda-beda.

    Bunyi yang pertama menandakan bahwa ambulans sedang membawa pasien yang kondisinya tidak terlalu parah. Kemudian, bunyi kedua menunjukkan bahwa ambulans sedang dalam proses evakuasi atau penyelamatan pasien. Bunyi Ketiga adalah tanda bahwa ambulans sedang membawa jenazah. Kemudian yang terakhir, bunyi keempat menandakan bahwa ambulans sedang membawa pasien yang gawat darurat.

    Meskipun demikian, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan bahwa informasi tersebut salah. Tidak ada peraturan yang mengatur mengenai bunyi ambulans. Adapun, lampu rotator ambulans lah yang diatur oleh UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Perbedaan fungsi lampu rotator ambulans disebutkan dalam pasal 59 Ayat 5. Dalam pasal tersebut, perbedaan fungsi lampu rotator, antara lain:

    1. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah.
    2. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
    3. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirine digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

    BANGKIT ADHI WIGUNA

    Baca juga: Kendaraan Dinas Polisi Wajib Pasang Lampu Rotator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.