Ban dan Pelek Buatan Indonesia Diminati di Mesir

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelek dan ban buatan PT Bangun Sarana Alloys dan PT Prima Alloy Steel Universal, Tbk menguasai 38 persen dan 20 persen pasar di Mesir. Foto: Kementerian Luar Negeri

    Pelek dan ban buatan PT Bangun Sarana Alloys dan PT Prima Alloy Steel Universal, Tbk menguasai 38 persen dan 20 persen pasar di Mesir. Foto: Kementerian Luar Negeri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar RI di Kairo mengatakan ban dan pelek buatan Indonesia mendapat sambutan positif di Mesir. Hal ini terungkap saat jajaran KBRI berkunjung ke perusahaan importir Ashrafco di Sphinx Square, Rabu pekan lalu.

    Khaled Hammad, Manajer Impor Ashrafco, mengatakan pelek kendaraan buatan PT Bangun Sarana Alloys dan PT Prima Alloy Steel Universal, Tbk menguasai 38 persen pasar Mesir. Sedangkan ban buatan keduanya berhasil menguasai lebih dari 20 persen pasar., seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Jumat, 17 Juli 2021

    Hammad menjelaskan, pihaknya bertekad untuk meningkatkan nilai impor kedua barang tersebut dari Indonesia meski situasi pandemi saat ini.

    Atase Perdagangan KBRI Kairo, Irman Adi, menuturkan meski pandemi virus corona belum berakhir, aktivitas eksportasi ban dan pelek kendaraan Indonesia masih berjalan.

    Menurut Hammad, ban dan pelek buatan Indonesia produk yang diminati di pasar Mesir. Tercatat hingga saat ini terdapat sembilan showroom yang menjual produk pelek dan ban asal Indonesia dengan layanan penjualan online hingga layanan door to door.

    EIBEN HEIZIER

    Baca juga:

    Tips Menjaga Ban Tetap Prima Saat Digunakan di Cuaca Ekstrem


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.