Honda Buka Peluang Aliansi Baru untuk Mengembangkan Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Logo (REUTERS/Toru Hanai)

    Honda Logo (REUTERS/Toru Hanai)

    TEMPO.CO, TokyoKepala Eksekutif Honda Motor Co., Toshihiro Mibe, mengatakan pada hari Jumat, 16 Juli 2021, bahwa produsen mobil Jepang itu bersedia membentuk aliansi baru untuk mengembangkan mobil elektrifikasi yang menguntungkan.

    “Jika melalui aliansi Honda dapat mencapai lebih awal apa yang seharusnya menjadi tujuan, maka kami akan bersedia untuk membentuk aliansi,” Toshihiro Mibe seperti dikutip dari Reuters, 16 Juli 2021. 

    Komentar Mibe mencerminkan tekanan pada industri otomotif global untuk berbagi teknologi dan biaya serta memenuhi permintaan kendaraan yang lebih bersih.

    Honda dan mitra aliansinya, General Motors Co., mengatakan mereka akan memperkenalkan dua model kendaraan listrik berukuran besar yang dikembangkan bersama di Amerika Utara pada tahun 2024. Model ini akan menggunakan baterai Ultium GM. Kedua perusahaan ini juga akan meluncurkan serangkaian model baru kendaraan listrik dengan platform yang dijuluki 'e:Arsitektur'.

    Honda - GM telah berkolaborasi dalam kendaraan otonom serta teknologi kendaraan sel bahan bakar (FCV), dan sedang menjajaki lebih banyak cara untuk memperluas aliansi mereka.

    Honda mengatakan pihaknya bertujuan untuk meningkatkan rasio kendaraan listrik dan FCV menjadi 100 persen dari semua penjualan pada tahun 2040. 
    Mibe menambahkan bahwa harga kendaraan listrik, seperti peralatan rumah tangga, turun dengan cepat begitu produknya keluar di pasar. 

    “Membangun aliansi akan menjadi arahan besar dalam hal peningkatan jumlah kendaraan listrik, mengingat elektrifikasi saat ini tidak layak secara komersial,” ujar dia.

    Honda meluncurkan kendaraan listrik murni pertama yang diproduksi secara massal pada bulan Agustus. 
    "Honda dapat membedakan dirinya dalam perlombaan elektrifikasi dengan baterai generasi berikutnya untuk kendaraan listrik," kata Mibe.

    Mibe juga mengatakan bahwa produsen mobil mengharapkan untuk melihat profitabilitas bisnis mobilnya meningkat pada tahun fiskal berikutnya sebagai akibat dari penutupan beberapa fasilitas manufaktur yang tidak layak, termasuk pabriknya di Inggris, Turki dan Jepang.

    Tahun lalu, Honda melihat margin pendapatan usaha sebesar 13 persen untuk sepeda motor dan 1 persen untuk mobil.

    Honda akan memanfaatkan elektrifikasi sebagai peluang untuk meninjau jajaran produknya dan meningkatkan profitabilitas, kata Mibe, seraya menambahkan bahwa Honda sedang mempertimbangkan layanan atau bisnis digital baru dengan memanfaatkan data pelanggan.

    Baca juga: Mobil Listrik Honda e Ditargetkan 1.000 Unit di Jepang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.