Krisis Chip Semikonduktor: Produksi Mobil, Truk, dan Suku Cadang di AS Turun

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]

    Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Federal Reserve AS melaporkan penurunan produksi manufaktur sebesar 0,1 persen pada Juni 2021 disebabkan krisis chip semikonduktor yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

    Melansir Autoblog hari ini, Senin, 19 Juli 2021, akibat kekurangan chip semikonduktor, produksi mobil, truk, dan suku cadang turun hingga 6,6 persen di bulan Juni. Namun secara keseluruhan, industri mobil naik 0,4 persen pada Juni.

    "Sektor manufaktur terus tertatih-tatih akibat terkendala pasokan. Produsen terus berjuang mengelola produksi dari jumlah chip yang terbatas," kata Kepala Ekonom Amherst Pierpont Securities, Stephen Stanley.

    Output utilitas mengalami kenaikan 2,7 persen pada Juni 2021 setelah banyak orang meningkatkan AC kendaraannya akibat gelombang panas di sejumlah negara bagian.

    Output pertambangan juga turut meningkat 1,4 persen karena peningkatan produksi migas.

    Industri kendaraan di AS terus mendapatkan ancaman Covid-19 yang masih belum sepenuhnya surut. Produsen mobil dan truk mengaku kekurang pekerja dan kesulitan mendapatkan pasokan tepat waktu, ternasuk chip Semikonduktor.

    Baca: Krisis Semikonduktor, Produksi Daihatsu di Indonesia Aman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.