Keunggulan Tersembunyi dari Toyota New Avanza dan New Veloz

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Veloz

    Toyota Veloz

    INFO OTOMOTIF – Sejak Avanza mulai dijual pada 2004 hingga sekarang, total sudah lebih dari 1,85 juta unit terjual di Indonesia. Saking banyaknya, pernah ada ungkapan menyebut bahwa Avanza merupakan mobil yang tidak mungkin "disalip di jalanan" karena begitu bisa dilakukan, di depan sudah ada lagi unit yang lain.

    Selama 18 tahun perjalanan karier, Avanza dibekali dengan berbagai macam revisi desain. Model yang dikatakan generasi kedua pernah datang pada 2011, lantas model major change terakhir hadir pada 2015.

    Toyota kembali melakukan perubahan pada Avanza Pada 2019, yang terlihat jelas pada  eksterior dan interior, tambahan fitur, dan penggantian teknis suspensi. Semua perubahan itu disebar ke New Avanza dan juga versi sporty-nya, New Veloz.

    Tujuan Toyota membawa desain segar ini demi penyempurnaan tampilan New Avanza dan New Veloz. Dapat dilihat misalnya pada lampu depan LED ditambah 'Follow Me Home' yang dirangkai bertumpuk seperti Toyota Voxy, antena sirip hiu, spion lipat otomatis, tombol AC digital, tombol start stop, smart entry, sensor parkir plus kamera, dan head unit baru yang bisa mirroring ponsel meningkatkan level mewah Avanza

    Namun, perubahan paling berkesan pada Avanza adalah yang tidak kasat mata. Sekarang pengendaliannya tambah presisi dan percakapan antar penumpang di kabin New Avanza dan New Veloz semakin nyaman.

    Perubahan tidak kasat mata tersebut dimulai dari suspensi Avanza, khususnya pada area shock arbsorber, per, dan bushing pada strut bar, swing arm, dan lateral rod. Komponen-komponen baru ini digunakan agar pengendalian Avanza semakin nyaman.

    Selain itu, Toyota juga sudah mengubah setelan Electronic Power Steering (EPS). Modul komputer EPS telah dipetakan ulang sehingga membuat setir kian enteng saat mobil bergerak pelan, namun jadi agak berat pada kecepatan tinggi.

    Penggantian spesifikasi teknis itu menawarkan rasa yang berbeda saat menyetir Avanza, terasa lebih 'rendah' dan goyangan bodi Avanza karena aktivitas mengemudi di jalan lurus menjadi berkurang.

    Kemudi yang sedikit lebih berat dan suspensi sedikit kaku membuat pengemudi lebih pede saat ngebut. Kendati body roll pada Avanza masih terasa, kadarnya berkurang ketimbang model sebelumnya.

    Kenyamanan mengemudi kian terasa saat membelok di rute 'keriting' perbukitan, gerak haluan Avanza lebih bisa diprediksi. Sekarang makin mudah menjaga bodi Avanza tetap di antara garis putih di jalan ketika kecepatan sedang. Sementara itu, suspensi bisa meredam gerakan lumayan ekstrem dan memudahkan koreksi setir.

    Saat jalan santai penumpang dan pengemudi bisa menikmati sejumlah hal baru  yang sudah disediakan. Pilihan hiburan pada kabin kini makin banyak dengan cara mengeksplorasi head unit. Khusus Veloz, tersedia monitor di bagian plafon untuk penumpang deret belakang. Dan tidak perlu khawatir kehabisan daya pada gadget kesayangan, kini sudah tersedia power outlet di semua baris jok.

    Ubahan lain yang tidak kelihatan mata pada Avanza 2019 yaitu pada penambahan peredam. Posisinya ada di balik dasbor, di bawah area tuas transmisi, dan di bawah jok baris ketiga. berkat peredaman tambahan itu, kabin Avanza makin senyap 1-2 desibel.

    Ada alasan mengapa Avanza bisa jadi mobil terlaris di Indonesia, selain karena pemasaran Toyota, mobil ini juga dikenal fungsional dan memiliki satu poin kelebihan yang tidak dimiliki pesaingnya, yaitu sistem gerak roda belakang.

    Hal ini cukup penting, karena karakter jalan-jalan di Indonesia tidak semuanya mulus seperti di Jakarta. Dengan kondisi jalan sangat beragam, bisa jadi sulit ditempuh oleh sistem gerak roda depan tanpa bantuan teknologi tambahan.

    Toyota merasa gerak roda belakang pada Avanza adalah basis yang tidak bisa diganggu gugat. Sebab itu penyempurnaan yang diberikan untuk New Avanza dan New Veloz lebih berfokus kepada desain dan fitur yang bisa disesuaikan kondisi pasar.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.