Pendapatan Nissan Meningkat, Jadi Tanda Krisis Chip Segera Mereda?

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo terbaru Nissan. (Nissan)

    Logo terbaru Nissan. (Nissan)

    TEMPO.CO, JakartaNissan dilaporkan mengalami peningkatan pendapatan pada tahun ini. Hal itu terjadi karena pelemahan mata uang yen serta permintaan menguntungkan dari Amerika Serikat dan Cina.

    Meski begitu, perusahaan juga tetap memperingatkan bahwa krisis chip akan secara signifikan mengurangi volume penjualan pada kuartal Juli-September.

    Chief Operating Officer Nissan Ashwani Gupta berharap perusahaan bisa menebus kerugian produksi dan penjualan selama paruh kedua tahun fiskal dan masalah krisis chip segera berakhir.

    "Tidak ada yang mendapatkan bola kristal. Tidak ada. Tetapi ada beberapa asumsi," katanya, mengacu pada perkiraan berakhirnya krisis semikonduktor, dikutip dari Reuters.

    Nissan diketahui telah mempertahankan target penjualan global sebesar 4,4 juta kendaraan yang telah ditetapkan pada Mei tahun ini.

    Terhitung, produsen asal Jepang itu menjual 1.048 juta kendaraan secara global pada April-Juni. Jumlah itu naik 63 persen dari tahun sebelumnya.

    Sedangkan di pasar Amerika Utara dan Cina, kenaikan penjualan Nissan mencapai 70 persen, di mana penjualan mobil di masing-masing negara mencapai 378 ribu dan 352 ribu.

    Gupta menjelaskan bahwa kejutan laba pada kuartal pertama, dan cara efisien Nissan mengelola rantai pasokan, dianggap bisa meminimalkan dampak krisis chip.

    Baca: Nissan Terra Terbaru Bakal Hadir di Thailand, Intip Bocoran Spesifikasinya

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.