Yamaha R1M Doni Salmanan Dilelang untuk Donasi Covid-19, Terjual Rp830 Juta

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Doni Salmanan melelang motor kesayangannya Yamaha R1M tahun 2018. (Sumber: Instagram/donisalmanan)

    Doni Salmanan melelang motor kesayangannya Yamaha R1M tahun 2018. (Sumber: Instagram/donisalmanan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Crazy rich asal Bandung, Doni Salmanan melelang motor kesayangannya Yamaha R1M tahun 2018. Dirinya mengaku hasil penjualan motor ini akan didonasikan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

    "Saya ingin membantu para dokter atau satgas Covid-19 dengan cara melelang Yamaha R1M ini. Saya benar-benar ikhlas untuk melelang dan mendonasikan motor ini," kata Doni Salmanan dalam video di kanal YouTube pribadinya, sebagaimana dikutip Tempo, Kamis, 29 Juli 2021.

    Langkah donasi yang dilakukan Doni setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 di Tanah Air yang semakin carut marut. Ia mengaku sangat prihatin dengan situasi penanganan di lapangan yang banyak mengalami kendala.

    "Semoga donasi ini bisa membantu, walaupun hanya satu persen dari seluruh masyarakat Indonesia. Semoga barokah," ujar pria yang juga seorang trader ini.

    Doni menjelaskan bahwa motor ini merupakan keluaran tahun 2018. Super bike bermesin 1000cc 4 silinder ini dijual lengkap dengan surat-suratnya, mulai dari STNK, BPKB, dan pajak yang masih panjang.

    Sejak dimiliki pada 2018, Doni mengatakan bahwa motor ini sangat terawat dan tidak pernah mengalami crash sekalipun, serta odometernya menunjukkan angka 3.100 km. Pria yang dijuluki King Salmanan itu juga mengaku membeli motor ini bekas dengan harga Rp730 juta.

    Belakangan, lelang tersebut sudah ditutup dan berhasil terjual kepada Lanang Cikal Narendra dengan harga Rp830 juta. Hasil donasi 100 persen akan didonasikan sendiri oleh Doni untuk penanganan Covid-19.

    Baca: Doni Salmanan Lanjutkan Bagi-bagi Duit di Masa PPKM Darurat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.