Melihat Mobil Listrik Toyota yang Dirancang untuk Cabor Bisbol di Olimpiade

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Listrik Toyota untuk cabor bisbol Olimpiade. (Sumber: Twitter/@NBCOlympics)

    Mobil Listrik Toyota untuk cabor bisbol Olimpiade. (Sumber: Twitter/@NBCOlympics)

    TEMPO.CO, JakartaToyota memiliki rencana besar untuk menyambut Olimpiade Tokyo 2020. Produsen asal Jepang itu awalnya dijadwalkan untuk meluncurkan 3.700 kendaraan untuk ajang empat tahunan ini.

    Kini, mereka telah merealisasikan salah satu kendaraan untuk Olimpiade Tokyo 2020. Itu adalah mobil mini Toyota untuk cabang olahraga (cabor) bisbol.

    Dalam unggahan akun Twitter Tokyo Olympics, terlihat mobil mini Toyota menjadi kendaraan untuk atlet bisbol ketika memasuki lapangan.

    Menurut laporan situs Carscoops, kendaraan mini tersebut dirancang untuk mengangkut atlet pelempar bantuan dan didasarkan pada APM Mobility Vehicle.

    Akan tetapi, versi ini jauh lebih radikal karena menampilkan desain terbuka serta kursi belakang tunggal yang dirancang menyerupai sarung tangan penangkap.

    Sedangkan lantai mobil mini Toyota tersebut didesain seperti lapangan bisbol. ESPN melaporkan bahwa Cleveland Indians menjadi tim liga utama pertama yang menggunakan kendaraan ini.

    Mobil mini yang digunakan untuk membawa atlet pelempar bantuan tersebut sudah digunakan oleh Cleveland Indians pada tahun 1960 silam. Namun, kendaraan itu dilaporkan tidak disukai dalam beberapa dekade terakhir.

    Toyota sendiri menyebut mobil ini sebagai kendaraan listrik jarak pendek berkecepatan rendah yang ideal untuk mengangkut pengunjung dan staf dalam acara besar.

    Sekedar informasi tambahan, kendaraan ini hanya memiliki jangkauan 100 km dan kecepatan tertingginya hanya mencapai 19 km/jam.

    Baca: Penjualan Mobil Toyota Lebih Unggul dari Volkswagen di Semester I 2021

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.