Jelang Balapan Moto2 Styria, Fabio Di Giannantonio Tak Punya Catatan Baik

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fabio Di Giannantonio (Federal Oil Gresini Moto2). Foto: Federal Oil

    Fabio Di Giannantonio (Federal Oil Gresini Moto2). Foto: Federal Oil

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Moto2 Fabio Di Giannantonio mengaku bahwa dirinya tidak memiliki catatan yang baik ketika bertarung di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria.

    Meski begitu, wakil tim pabrikan Federal Oil Gresini Moto2 tersebut tetap bersemangat dan optimistis menyambut seri balapan ke-10 Moto2 2021.

    “Saya harus mengatakan bahwa Spielberg selalu menjadi trek yang cukup unik bagi saya,” kata Giannantonio seperti dikutip dari laman resmi Gresini Racing, Kamis, 5 Agustus 2021.

    “Saya tidak pernah mencetak hasil yang baik di sana, tetapi kami harus melakukannya dengan baik karena saya dan tim sama-sama bersemangat. Baterai sudah 100 persen penuh dan kami akan mencoba membuat kejutan,” lanjut dia menambahkan.

    Sementara itu, rekan setimnya di Federal Oil Gresini Moto2, Nicolo Bulega, mengakui bahwa dirinya sangat menyukai lintasan Austria.

    “Saya sangat menyukai trek Austria, tetapi kami perlu menemukan keseimbangan yang tepat dengan motor: kami harus kuat saat mengerem tanpa mengorbankan kemampuan berkendara di tikungan tengah,” ucap Bulega.

    Dua pembalap Federal Oil Gresini Moto2 tersebut diketahui menampilkan performa kurang apik pada seri balapan terakhir. Giannantonio diketahui mengalami crash, sedangkan Bulega hanya mampu finis di P19.

    Hasil ini seharusnya bisa menjadi pecutan bagi Fabio Di Giannantonio untuk bisa bersaing di posisi tiga besar klasemen Moto2 2021.

    Baca: Fabio Di Giannantonio Wajib Podium demi Bersaing di Papan Atas Klasemen Moto2

    GRESINI RACING


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.