Kata Bos Mercedes-Benz soal Formula E: Tidak Seperti F1

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim berjuluk Silver Arrow itu telah mendominasi F1 sejak mesin turbo hybrid diperkenalkan pada 2014. Mereka merebut setiap gelar juara dunia pembalap dan konstruktor setiap tahunnya. Mercedes juga berhasil mengakhiri dominasi Sebastian Vettel bersama Red Bull pada empat tahun sebelumnya. topgear.com

    Tim berjuluk Silver Arrow itu telah mendominasi F1 sejak mesin turbo hybrid diperkenalkan pada 2014. Mereka merebut setiap gelar juara dunia pembalap dan konstruktor setiap tahunnya. Mercedes juga berhasil mengakhiri dominasi Sebastian Vettel bersama Red Bull pada empat tahun sebelumnya. topgear.com

    TEMPO.CO, Jakarta — Keputusan Mercedes-Benz keluar dari balap mobil listrik Formula E di akhir Musim 8 pada Agustus 2022 memunculkan banyak komentar.

    Keputusan produsen mobil Jerman itu muncul setelah mengumumkan komitmen membangun mobil listrik untuk jalan raya pada 2030.

    “Kami tidak bisa melihat Formula E dalam jangka pendek hingga menengah untuk mendapatkan pengalaman balap seperti F1," kata bos Mercedes-Benz Ola Kallenius seperti dikutip dari TopGear hari ini, Senin, 13 September 2021.

    Kemenangan Formula E yang diraih pada tahun ini memberikan progres keuangan ke platform listrik khusus. Mercedes akan memfokuskan pada olahraga motor F1 Liga Champions. 

    Menurut Kallenius, Mercedes-Benz akan membawa F1 ke posisi netral CO2 dengan meningkatkan elektrifikasi dengan powertrain baru serta penggunaan bahan bakar sintetis atau berbasis biologis.

    HEDWIGE | TOPGEAR | JOBPIE

    BacaTerkait Krisis Chip, Mercedes-Benz Ungkap Nasib Pabriknya di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.