Finis Ke-20 di Moto3 Aragon 2021, Motor Andi Gilang Alami Masalah

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Gilang. (Honda Team Asia)

    Andi Gilang. (Honda Team Asia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Andi Farid Izdihar alias Andi Gilang menjelaskan bahwa motor yang ia tunggangi mengalami masalah saat menjalani Moto3 Aragon, Minggu, 12 September 2021. Ketika itu dirinya hanya mampu menempati peringkat ke-20.

    Pembalap Honda Team Asia tersebut menjelaskan bahwa ia mengalami perubahan pada motornya di pertengahan balapan. Situasi ini yang membuatnya tak bisa mendapatkan poin tambahan di seri ke-13 Moto3 2021.

    “Jujur, saya percaya diri di awal balapan. Selama pemanasan kami membuat beberapa perubahan dan motornya bagus. Tapi setelah lima lap saya mulai merasakan motornya sangat berbeda,” katanya, dikutip dari laman resmi Honda Racing.

    “Saya mencoba untuk melanjutkan tetapi saya tidak dapat mengikuti barisan. Semakin banyak saya mendorong, semakin buruk waktu putarannya. Itu harus dianalisis untuk balapan berikutnya,” lanjut sang pembalap.

    Sebelumnya, Andi Gilang memang sangat percaya diri untuk melakoni balapan Moto3 Aragon 2021. Itu tak terlepas dari catatan waktu yang ia dapatkan selama sesi latihan bebas di Motorland Aragon, Spanyol.

    “Saya melewatkan lagi opsi untuk mencetak waktu putaran yang baik di FP3, meskipun perasaan itu lebih baik dari sebelumnya (FP1 dan FP2). Pada Q1 saya kesulitan mengatur sesi, dengan banyak kelompok pembalap melambat di depan. (Tapi) Waktu putaran ideal saya tidak buruk,” jelasnya.

    Hasil ini membuat Andi Gilang turun ke posisi 29 klasemen sementara Moto3 2021 dengan torehan 3 poin. Posisinya kini kalah satu tangga dengan pembalap asal Malaysia, Syarifuddin Azman (Petronas Sprinta Racing).

    Baca: Moto3 Aragon: Dennis Fogia Juara, Rider Idonesian Racing Terjatuh

    HONDA RACING


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.