Produksi Mobil Honda Brio Terdampak Masalah Krisis Chip

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda Brio Satya. 19 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    All New Honda Brio Satya. 19 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) menjelaskan bahwa seluruh produksi mobil Honda yang dijual di Indonesia menggunakan komponen semikonduktor. Salah satu yang terkena dampak krisis chip ini adalah Honda Brio.

    Itu dibenarkan langsung oleh Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan, dan Pemasaran PT HPM Yusak Billy. Dirinya menjelaskan, produksi mobil Honda Brio menjadi yang paling terpengaruh akibat kelangkaan semikonduktor secara global.

    "Produk yang selama ini memiliki tingkat produksi tinggi seperti Honda Brio memang saat ini lebih terlihat dampaknya dibanding produk lainnya," kata Billy, dikutip dari Bisnis.

    Masalah krisis chip ini sendiri memang tidak dialami Honda saja. Namun beberapa merek ternama di dunia juga mengalami hal serupa, termasuk Toyota Motor Corp.

    Beberapa hari lalu, Toyota mengabarkan bahwa perusahaan telah mengurangi produksi mobilnya sebanyak 300.000 akibat keterbatasan semikonduktor. Tak hanya soal krisis chip, pemangkasan produksi ini juga mereka lakukan karena pandemi yang masih melanda wilayah Asia Tenggara.

    Sekedar informasi tambahan, Toyota dikabarkan sangat bergantung pada pabrik-pabrik penghasil komponen di Asia Tenggara, khususnya di Malaysia dan Vietnam. Itu terjadi ketika mereka tak bisa mendapatkan pasokan suku cadang dari pabrik lain.

    Baca: Daftar Penjualan Mobil Terlaris di Juli 2021, Xpander Singkirkan Honda Brio

    BISNIS | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.