Aksi Nekat Pengemudi Mitsubishi Saat Mengendarai Mobil di Jalur Kereta Api

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara Mitsubishi menjalankan mobil di rel kereta api. (Foto: btp.police.uk)

    Pengendara Mitsubishi menjalankan mobil di rel kereta api. (Foto: btp.police.uk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengemudi Mitsubishi tertangkap kamera melakukan aksi nekat dengan mengendarai mobilnya di jalur kereta api di Birmingham, Inggris. Pengendara itu dikabarkan sudah menjalankan kendaraannya sekitar setengah mil di rel kereta tersebut.

    Insiden ini membuat jadwal kereta api mengalami penundaan selama delapan jam. Sementara itu, menurut laporan Carscoop, pengemudi nekat tersebut adalah seorang pria bernama Aaron O’Halloran (31).

    Ia dilaporkan mengendarai mobil Mitsubishi melalui gerbang di Stasiun Duddeston, dan menempuh jarak setengah mil ke arah Stasiun Aston. Dirinya pun kemudian meninggalkan kendaraan di seberang rel dan melarikan diri dari tempat kejadian.

    “Ini adalah tindakan yang sangat berbahaya dan tidak masuk akal oleh O'Halloran yang menyebabkan risiko signifikan bagi penumpang dan kerusakan kereta api,” kata Inspektur Detektif Reymond Ascott, dikutip dari btp.police.uk.

    Atas aksi nekat tersebut menyebabkan kerusakan senilai 23 ribu pounds atau setara dengan Rp452 juta. O’Halloran pun akhirnya dijatuhi hukuman 15 bulan dan denda sebesar 156 pounds atau setara Rp3 juta.

    Pria asal Thornbury Road tersebut akhirnya tertangkap oleh petugas setempat setelah dirinya meninggalkan ponsel di dalam mobil. Situasi ini memudahkan kepolisian untuk melacak keberadaan pelaku.

    “Hukuman yang diberikan kepadanya mencerminkan beratnya kejahatan ini dan kami bersyukur tidak ada yang terluka akibat perilaku mengkhawatirkan O'Halloran. Dia sekarang punya banyak waktu untuk merenungkan tindakan konyolnya di penjara," tutup Reymond.

    Baca: Penjualan Mitsubishi Agustus Capai 8.521 Unit, Xpander Terlaris 

    HINDUSTAN TIMES | CARSCOOP | BTP.POLICE.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.