Memilih Mobil Bekas, Lebih Baik Bekas Tabrakan atau Mobil Kebanjiran

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Taksi Blue Bird mendorong mobil yang terendam banjir di Pool Taksi Blue Bird Kawasan Jalan Pondok Gede, Jakarta Timur. Rabu, 1 Januari 2020. Intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah Jakarta kebanjiran.  Tempo/Amston Probel

    Petugas Taksi Blue Bird mendorong mobil yang terendam banjir di Pool Taksi Blue Bird Kawasan Jalan Pondok Gede, Jakarta Timur. Rabu, 1 Januari 2020. Intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah Jakarta kebanjiran. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta — Banjir yang dapat membuat sejumlah mobil terendam membuat harga penjualan mobil bekas itu anjlok.

    Maka muncullah pendapat bahwa lebih baik membeli mobil bekas tabrakan daripada mobil kebanjiran.

    Sukatno, pengelola bengkel Sumber Rejeki Motor di Benhil Baru, Jakarta Selatan, menyatakan bahwa pandangan itu tergantung keputusan pembeli. 

    Dia mengatakan terdapat dua pandangan yang mendasari keputusan membeli mobil bekas kecelakaan atau mobil kebanjiran.

    “Kalau mobil bekas tabrakan, paling tidak hanya kondisi di satu bagian tertentu saja yang terdampak. Kalau mobil bekas kebanjiran biasanya terpengaruh ke seluruh bagian," kata Sukatno saat dihubungi Jumat lalu, 17 September 2021.

    Berikut rangkuman Tempo soal tips membeli mobil bekas:

    1. Jangan menangani apapun dalam mengurangi kerusakan yang meluas dan parah pada mobil bekas

    2. Hindari pengerjaan mobil bekas di rumah karena keterbatasan peralatan.

    HEDWIGE | TEMPO | JOBPIE 

    BacaPajak Mobil Baru Nol Persen, Carsome Bicara Bisnis Mobil Bekas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.