Ganjil Genap di Puncak Berjalan Baik, Mobilitas Menurun 25 Persen

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor mengarahkan kendaraan saat penerapan sistem ganjil genap di Jalan Raya Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 18 September 2021. Polres Bogor menerapkan metode baru dalam uji coba ketiga ganjil genap di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor pada  17-19 September 2021, uji coba ini membagi tiga rute kendaraan dari Jalan Tol Jagorawi yakni gerbang Tol Sentul Selatan dengan akses Jalan Bukit Pelangi, pintu Tol Sumarecon dengan akses jalan Cibanon dan pintu Tol Ciawi dengan akses Gadog menuju Puncak. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Petugas gabungan Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor mengarahkan kendaraan saat penerapan sistem ganjil genap di Jalan Raya Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 18 September 2021. Polres Bogor menerapkan metode baru dalam uji coba ketiga ganjil genap di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor pada 17-19 September 2021, uji coba ini membagi tiga rute kendaraan dari Jalan Tol Jagorawi yakni gerbang Tol Sentul Selatan dengan akses Jalan Bukit Pelangi, pintu Tol Sumarecon dengan akses jalan Cibanon dan pintu Tol Ciawi dengan akses Gadog menuju Puncak. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono telah melakukan peninjauan terhadap aturan ganjil genap yang ada diterapkan di Puncak, Bogor, bersama dengan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya. Hasilnya, penerapan kebijakan ini berjalan dengan baik.

    Menurut Istiono, para petugas telah melakukan sinergitas yang sangat bagus dalam mengatur pembatasan mobilitas di kawasan wisata tersebut. Beberapa petugas yang dimaksud adalah TNI, Polda dan Pemerintah Daerah (Pemda).

    “Manajemen pengaturan sangat terkendali, artinya koordinasi antara lima daerah aglomerasi sudah terlaksana dengan baik. Pengaturan pembatasan mobilitas dari hari ke hari, minggu ke minggu sangat bagus,” tutur Istiono, dikutip dari situs resmi Korlantas Polri.

    Lebih lanjut, Istiono menjelaskan bahwa kebijakan ganjil genap di Puncak ini memberikan efek yang sangat positif untuk mengurangi kerumunan di tengah PPKM. Dirinya mengatakan, penurunannya pun mencapai 25 persen.

    Istiono sendiri dikabarkan masih terus melakukan koordinasi dengan Menhub untuk meninjau aturan tersebut. Sementara itu, untuk para pelanggar ganjil genap di wilayah Puncak Bogor ini masih dilakukan secara persuasif.

    “Kami koordinasikan terus. Ini sudah diatur dengan baik. Terkait sanksinya, masih dilakukan secara persuasif. Yang terpenting protokol kesehatan (prokes), pakai masker, dan kerumunan harus dikendalikan baik siang atau malam hari,” lanjut dia.

    Baca: Catat Aturan Baru Ganjil Genap Menuju Tempat Wisata

    KORLANTAS POLRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.