Produksi Honda Hanya Beroperasi 40 Persen Akibat Krisis Chip

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Honda. (Honda)

    Logo Honda. (Honda)

    TEMPO.CO, JakartaHonda Motor Co. menjelaskan bahwa produksinya di Jepang hanya beroperasi sekitar 40 persen dari rencana awal untuk periode Agustus sampai September 2021. Hal itu dikarenakan masalah krisis chip dan keterlambatan pengiriman suku cadang akibat pandemi Covid-19.

    Bahkan Honda telah memperkirakan dampak kelangkaan semikonduktor ini akan berlanjut sampai bulan depan. Menurut laporan Hindustan Times, produsen asal Jepang itu hanya bisa memproduksi mobil sekitar 70 persen di Oktober dari rencana awal.

    Honda menjelaskan sedang berupaya meminimalkan pengaruh krisis chip dan pengiriman pasokan suku cadang. Dalam sebuah pernyataan resminya di situs Honda, mereka akan terus memeriksa dampak dari masalah ini.

    Sekedar informasi tambahan, beberapa model mobil yang terpengaruh keterbatasan semikonduktor dan pasokan suku cadang adalah N-Box, Odyssey, dan Fit.

    Masalah krisis chip ini tak hanya melanda Honda saja, namun pesaing terberatnya, Toyota Motor co. juga mengalami hal serupa. Masih dari sumber yang sama, Toyota dikabarkan bakal menutup pabriknya pada Oktober 2021.

    Toyota dilaporkan bakal menangguhkan 27 dari 28 jalur di 14 pabriknya di Jepang selama 11 hari. Kondisi ini bisa dikatakan lebih buruk ketimbang masalah yang dihadapi Honda terkait krisis chip.

    Baca: Produksi Mobil Honda Brio Terdampak Masalah Krisis Chip

    HONDA | HINDUSTAN TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.