Inilah 3 Fungsi Penting Lampu Sein, Jangan Lagi Sein Kiri Belok Kanan

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi genangan banjir di kawasan Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Selasa 14 September 2021. Banjir terjadi akibat buruknya saluran drainase di kawasan itu dan tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Senin (13/9) malam. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Pengendara sepeda motor melintasi genangan banjir di kawasan Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Selasa 14 September 2021. Banjir terjadi akibat buruknya saluran drainase di kawasan itu dan tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Senin (13/9) malam. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendaraan sepeda motor lumrahnya memiliki dua lampu sein, kanan dan kiri. Tetapi, untuk alasan yang tak diketahui, masih banyak pengendara yang tak memfungsikan atau menyalahgunakannya. Penggunaan lampu sein yang tepat merupakan salah satu safety riding yang harus diketahui pengendara sepeda motor.

    Sebut saja ibu-ibu yang kerap muncul di akun sosmed berkat hidupkan lampu sein kiri, malah belok ke kanan. Padahal, perilaku tak menggunakan atau menyalahgunakan lampu sein ketika berkendara justru dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, untuk itu penting bagi Anda memahami fungsi lampu sein.

    Berdasar situs astramotor.co.id, berikut tiga fungsi penting nyalakan lampu sein:

    1. Sebagai petunjuk untuk motor ketika berbelok

    Lampu sein terletak di samping kiri dan kanan lampu utama dan lampu rem. Lampu sein berguna sebagai indikator bahwa motor akan berbelok, sebagai petunjuk arah belok bagi pengendara di belakang.

    Namun, seringkali masih ditemui di jalanan, orang yang hendak berbelok ke kanan namun menyalakan lampu sein ke kiri, begitupula sebaliknya. Meskipun ini merupakan hal yang sepele, namun cukup meresahkan para pengendara motor yang lain. Jadi, bagi Anda gunakan lampu sein yang tepat, apakah hendak berbelok ke kanan atau ke kiri, agar tidak mengganggu pengendara di belakang.

    2. Mengurangi risiko kecelakaan

    Pentingnya lampu sein selanjutnya adalah untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Apabila semua motor tidak dibekali dengan lampu sein atau para pengendara tidak menggunakan lampu sein ketika hendak berbelok dapat menyebabkan pengendara lain tidak tahu ke mana motor lainnya hendak berbelok.

    Tanpa lampu sein, mereka yang berkendara di jalan bisa mengalami kecelakaan. Karena tidak ada indikator apapun yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan ketika berkendara di jalan.

    Misalnya ketika Anda hendak menyalip kendaraan yang ada di depan, maka Anda harus memperhatikan lampu sein motor tersebut. Jika lampunya menyala bagian kanan, maka sebaiknya urungkan niat untuk menyalip di sisi kanan. Tunggulah sampai motor itu berbelok, maka Anda baru bisa menerobos jalanan di depan.

    3. Sebagai tanda pindah jalur

    Saat Anda melewati jalanan yang memiliki dua jalur atau lebih, maka penting untuk menyalakan lampu sein ketika berpindah jalur. Dengan begitu, pengemudi lain yang berada di jalur yang sama dari arah yang berlawanan dapat mengantisipasi, karena sudah diberikan kode lampu sein oleh Anda. Mereka pun bisa menurunkan kecepatan dan mengurungkan niat jika akan menyalip motor Anda.

    Itulah beberapa Pentingnya Penggunaan Lampu Sein Untuk Keselamatan Pengendara. Jadi sebisa mungkin fungsikan lampu sein sebagai unsur safety riding agar selamat di perjalanan, menyelamatkan diri sendiri juga orang lain.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca juga: Kata Queenrides Soal Biker Wanita Sein ke Kanan Belok ke Kiri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.