Tips Murah Mobil Jadul Bisa Ngebut Kencang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem pembuangan atau knalpot mobil Volkswagen Passat TDI diesel di Esquibien, Perancis, 23 September 2015. Menurut EPA, Audi dan mobil-mobil Volkswagen yang dipasarkan di AS ternyata memiliki kadar gas buang nitrogen oksida (NOx) hingga 40 kali dari batas legal di negara tersebut. REUTERS

    Sistem pembuangan atau knalpot mobil Volkswagen Passat TDI diesel di Esquibien, Perancis, 23 September 2015. Menurut EPA, Audi dan mobil-mobil Volkswagen yang dipasarkan di AS ternyata memiliki kadar gas buang nitrogen oksida (NOx) hingga 40 kali dari batas legal di negara tersebut. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil-mobil lama atau jadul memiliki teknologi yang tertinggal dari mobil baru. Tapi bukan berarti tidak bisa mengimbangi mobil keluaran anyar.

    "Yang penting, mobil bisa dijalankan sesuai dengan keinginan pengendaranya. Kalau harus ngebut ya bisa ngebut, mau santai juga bisa," ucap Udik, pemilik Bengkel Udik di Jalan Cinde Selatan, Kota Semarang, hari ini, Minggu, 3 Oktober 2021.

    Udik menjelaskan bahwa teknologi sederhana tapi efektif yang dimiliki mobil-mobil baru pada umumnya adalah seputar masuknya udara (in-take) dan keluarnya udara (out-take). Keduanya masing-masing diwakili filter udara yang masuk ke karburator dan knalpot.

    Menurut dia, pada zaman sekarang produsen mobil dituntut menghasilkan mobil yang irit bahan bakar tapi performa tetap prima. Walhasil muncullah mobil dengan kapasitas mesin (cc) kecil dengan sistem injeksi. Inilah yang membuat mobil efisien alias irit BBM.

    "Untuk melengkapinya dipasang knalpot dengan ukuran dan konfiguirasi tertentu. Ini yang sebenarnya biasa disebut knalpot racing," tuturnya.

    Udik menuturkan, terakhir dia mencoba mengaplikasikannya pada sedan Mazda Interplay keluaran 1990 atau generasi pertama. Mobil ini berkasitas mesin 1.600 cc SOHC masih dengan filter udara dan knalpot original.

    Menurut dia, mobil tersebut tergolong keren pada masanya. Tapi pemiliknya merasa mobil ini berat alias, "Enggak bisa lari."

    Udik lantas mengoprek sedikit bagian filter udara dengan memberi lubang-lubang, tanpa melakukan penggantian apapun. Kemudian dia membawa mobil itu untuk ganti knalpot header (manipol) hingga pipanya ke belakang.

    "Knalpot ori diganti segelondong."

    Knalpot ori yang semula konfigurasi pipa salurannya 4-2-1, diubah menjadi 4-1. Ukuran pipa juga dibesarkan sedikit. Semula 0,5 inci dibesarkan menjadi 1 inci.

    Udik tidak melakukan apa-apa lagi selain kedua hal itu tadi. Soal biaya, mengganti knalpot header atau knalpot racing di bawah Rp 3,5 juta.

    Dia mengatakan biaya itu jauh lebih murah dan tidak berisiko dibandingkan harus mengoprek mesin mobil jadul, apalagi engine swap.

    "Hasilnya, mobil jadul menjadi enteng, bisa lari kencang, dan tidak boros. Kalau cuma 120 km/jam sih enteng aja. Kecuali dibuat ngebut terus, pasti kebutuhan BBM lebih banyak," katanya sambil tergelak.

    JOBPIE

    Baca: Tips Mobil Jadul, Ciri Bantalan Mesin Mobil Engine Mounting Harus Diganti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.