Yamaha Targetkan Posisi 10 Besar untuk Galang Hendra di WorldSSP Indonesia

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Galang Hendra di WorldSSP 2021. (Foto: Ten Kate Racing )

    Galang Hendra di WorldSSP 2021. (Foto: Ten Kate Racing )

    TEMPO.CO, Jakarta - Yamaha Indonesia memberikan target khusus kepada Galang Hendra Pratama yang akan tampil di seri balapan WorldSSP Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka berharap kepada pembalap Tanah Air untuk bisa menempati posisi 10 besar.

    Hal itu diungkapkan langsung oleh Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Antonius Widiantoro. Maka dari itu, YIMM sedang meminta izin kepada MGPA (Mandalika Grand Prix Association) agar Galang Hendra bisa berlatih di sana.

    “Sesuai dengan target kami di tahun ini, kami berharap Galang bisa masuk dalam Top 10 dengan di dukung latihan sebelum event untuk mempelajari karakter Sirkuit Mandalika,” kata Antonius.

    Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa tim Yamaha tidak akan membawa suporter khusus untuk mendukung Galang Hendra WorldSSP Indonesia. Keputusan itu diambil untuk menghindari lonjakan Covid-19 di Tanah Air.

    “Tahun ini kami belum berencana untuk mempersiapkan suporter khusus, dikarenakan kondisi pandemi yang terjadi di Indonesia,” lanjut Antonius menambahkan.

    Galang Hendra sendiri dipastikan absen pada WorldSSP Argentina pada akhir pekan ini. Pembalap Ten Kate Racing Yamaha ini tak bisa tampil di sana akibat masalah visa. Posisinya pun akan digantikan rider muda Italia, Leonardo Taccini.

    Sejauh ini, Galang Hendra masih berada di posisi ke-18 klasemen sementara WorldSSP dengan koleksi 24 poin. Ia bisa saja memperbaiki posisinya jika tampil menawan di Sirkuit Mandalika, Indonesia.

    Baca: Galang Hendra Bakal Latihan di Sirkuit Mandalika Jelang WorldSSP Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.