Jokowi Optimistis Indonesia Produsen Mobil Listrik 3 Tahun Lagi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menandai pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu 15 September 2021. Foto/Instagram

    Presiden Joko Widodo saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menandai pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu 15 September 2021. Foto/Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi optimistis Indonesia akan menjadi penghasil mobil listrik dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.

    Mnurut Presiden, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan cara menghentikan ekspor nikel dalam bentuk bahan mentah atau raw material.

    "Kita harus stop ekspor bahan mentah (nikel). Kita paksa BUMN, swasta, atau investor untuk mendirikan industrinya di dalam negeri," kata Jokowi dikutip dari siaran YouTube Setpres hari ini, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Presiden Jokowi menjelaskan, produksi mobil listrik dalam negeri akan terealisasi dengan mengintegrasikan industri baja Krakatau Steel, industri baterai lithium, dan industri otomotif.

    "Sekarang Krakatu Steel dengan pabrik pembaruan pabrik Hot Strip Mill sudah bisa memproduksi lembaran baja tipis untuk bodi mobil,” ucapnya.

    Tidak hanya menghentikan ekspor bahan baku nikel demi menghasilkan mobil listrik, Jokowi juga ingin ekspor komoditas minerba (mineral batu bara) lainnya turut dihentikan. Dia berharap sumber daya alam Indonesia bisa diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang tinggi.

    BacaMotor Chopper Berwarna Emas Ini Dibeli Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.