Harga dan Infrastruktur Masih Menjadi Kendala Indonesia Menuju Era Elektrifikasi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum PLN di Gambir, Jakarta Pusat. 9 Desember 2020. TEMPO/Wawan Priyanto

    Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum PLN di Gambir, Jakarta Pusat. 9 Desember 2020. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan berbagai persiapan untuk mempersiapkan diri menuju era elektrifikasi. Namun dalam mencapai tujuan, masih terdapat sejumlah tantangan dan masalah yang dihadapi pemerintah.

    Menurut Ketua V Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Shodiq Wicaksono, mengatakan salah satu kendala dalam transformasi menuju era elektrifikasi adalah harga jual kendaraan listrik yang masih terbilang mahal.

    "Sebagian besar daya beli masyarakat Indonesia berada di level 300 juta ke bawah, hampir 80 hingga 90 persen. Sementara harga kendaraan listrik di Indonesia itu masih terbilang mahal, jadi minat konsumen masih keci," kata Shodiq dalam Webinar Forwin bertajuk Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi, hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Shodiq menjelaskan bahwa mahalnya harga mobil listrik di Indonesia itu disebabkan komponen baterainya yang juga masih terbilang mahal. Oleh sebab itu, perlu adanya teknologi yang dapat membuat baterai dengan harga yang lebih terjangkau.

    "Teknologi ini bisa membuat baterai lebih murah, terjangkau, dan efisien, sehingga harga EV juga menjadi lebih murah dan minat konsumen menjadi meningkat," jelasnya.

    Tidak hanya masalah harga, menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Sony Sulaksono, tantangan yang juga dihadapi Indonesia dalam menuju era elektrifikasi adalah masalah infrastruktur.

    "Saat ini beberapa kemeterian terkait sudah menerbitkan road map masing-masing. Misalnya ESDM yang sudah menyiapkan charging station. Jadi semuanya harus mendukung, khusus di infrastruktur. Kendaraaan listrik tanpa infrastruktur yang kuat, akhirnya tidak akan ada apa-apanya," ujar Sony.

    Di era elektrifikasi, pemerintah menargetkan pada tahun 2030 Indonesia akan memiliki 600 ribu unit mobil listrik dan 2,4 juta sepeda motor listrik. Dengan demikian, Indonesia bisa memangkas emisi karbon sebesar 2,7 juta ton untuk mobil dan 1,1 juta ton untuk sepeda motor.

    Baca juga: Daftar Mobil Listrik yang Sudah Bisa Dibeli di Indonesia

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-installaplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?