Beralih ke Kendaraan Listrik, Ini Daftar Komponen Otomotif yang Bakal Punah

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Calon pembeli memilih aksesoris kendaraan bermotor roda dua di sebuah kios di Jl. Pasar Minggu, Jakarta, 5 November 2016. Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mencatat, pada tahun 2007 pasar komponen automotif yang beredar di Indonesia mencapai Rp 40 triliun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Calon pembeli memilih aksesoris kendaraan bermotor roda dua di sebuah kios di Jl. Pasar Minggu, Jakarta, 5 November 2016. Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mencatat, pada tahun 2007 pasar komponen automotif yang beredar di Indonesia mencapai Rp 40 triliun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tengah mempersiapkan untuk memasuki peralihan transportasi ke era elektrifikasi atau kendaraan listrik.

    Sejalan dengan itu, industri komponen kendaraan atau komponen otomotif juga turut mempersiapkan diri untuk bisa menyesuaikan dengan era kendaraan listrik.

    Ketua Umum Gabungan Industri Alat-Alat Mobil (GIAMM) Hamdhani Dzulkarnaen Salim mengatakan peralihan Indonesia menuju era kendaraan listrik merupakan satu tantangan yang besar. Menurut dia, era kendaraan listrik adalah sesuatu yang baru sehingga industri terkait juga harus melakukan penyesuaian.

    "Dari sisi industri komponen, nantinya akan ada komponen otomotif yang tidak terpakai, tetap terpakai, dan komponen terpakai namun harus ada penyesuaian kembali," kata Hamdani dalam Webinar Forwin berjudul Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Dia menjelaskan komponen otomotif yang paling terdampak dari peralihan elektrifikasi ini adalah mesin, transmisi, oli supply, termasuk tangki bensin dan sistem exhaust valve.

    Adapun komponen rem, sistem elektronik, drive train, AC dan kompresor hingga ban masih akan tetap digunakan untuk kendaraan berbasis listrik.

    Hamdani mengimbau seluruh perusahaan industri komponen otomotif yang bakal tak terpakai agar mempersiapkan diri untuk memasuki era kendaraan listrik.

    Menurut data GIAMM, 47 persen perusahaan komponen yang akan mengalami disrupsi dan transisi akibat peralihan ke era kendaraan listrik.

    Indonesia ditargetkan bisa menurunkan emisi atau gas buang sebanyak 29 persen pada 2030, yang fokusnya ke industri transportasi. Berbagai program, regulasi, dan insentif fiskal telah disiapkan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor hub kendaraan listrik.

    BacaVolkswagen Percepat Transisi ke Kendaraan Listrik

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?