Safety Driving: Mengemudi Jangan Salah Pegang Setir, Bisa Kurangi Refleks

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sean Israel, seorang asisten instruktur menunjukan kemampuannya mengemudi mobil sport Porche. Markas seluas 10 Kilometer persegi ini, dulunya merupakan fasilitas pabrik perakitan mobil Ford. Atlanta, Amerika, 7 Mei 2015. AP/David Goldman

    Sean Israel, seorang asisten instruktur menunjukan kemampuannya mengemudi mobil sport Porche. Markas seluas 10 Kilometer persegi ini, dulunya merupakan fasilitas pabrik perakitan mobil Ford. Atlanta, Amerika, 7 Mei 2015. AP/David Goldman

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengemudi selama ini dianggap sebagai pekerjaan yang mudah. Padahal, mengemudi ternyata merupakan hal yang cukup sulit dilakukan. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa kasus kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh kesalahan dalam mengemudi. Untuk mengatasi berbagai ancaman bahaya dan kesalahan saat mengemudi, teknik safety driving bisa diterapkan.

    Dalam kaidah safety driving, pengemudi harus mematuhi dan melakukan beberapa kaidah tertentu supaya selamat di jalan raya. Dilansir dari nusantaratraisser.co.id, teknik safety driving mencakup beberapa keterampilan dan pedoman yang harus diperhatikan pengemudi. Berbagai keterampilan dan pedoman tersebut tidak lain bertujuan untuk memastikan pengemudi dan orang lain aman dan nyaman saat berkendara.

    Salah satu pedoman yang harus dipatuhi untuk bisa melakukan safety driving adalah cara memegang setir mobil. Meskipun terdengar sepele, memegang setir mobil ternyata mampu membawa pengaruh besar terhadap aktivitas mengemudi secara keseluruhan. Dilansir dari astra.co.id, cara memegang setir yang baik adalah sesuai arah jarum jam 9 dan jam 3. Dengan kata lain, posisi kedua tangan harus berada dalam satu garis lurus melintang dalam memegang setir.

    Dilansir dari auto2000.co.id, posisi arah jarum jam 9 dan jam 3 adalah perubahan dari posisi arah jarum jam 10 dan jam 2 yang sudah dianggap tidak pas. Posisi tersebut dianggap tidak pas karena tangan tidak sejajar dengan jantung. Berkendara dengan posisi tersebut selama lebih dari satu jam membuat peredaran darah menjadi tidak lancar. Sebagai akibatnya, kemampuan reflek pengemudi akan menurun. Hal ini tentu berimbas pada seluruh kemampuan pengemudi karena reflek memegang peran penting ketika mengemudi, terutama ketika berhadapan dengan kondisi-kondisi mendadak.

    Selain itu, dilansir dari suzuki.co.id, jarak antara pengemudi dengan setir sebaiknya juga diatur. Jarak ideal antara tubuh pengemudi dan setir mobil adalah 30 sentimeter. Sebab, apabila terjadi kecelakaan, airbag akan mengembang menuju 22-25 cm dari jarak pengemudi. Dengan mengambil jarak 30 cm, risiko pengemudi mengalami patah tangan kecil.

    BANGKIT ADHI WIGUNA 

    Baca: Tips Mengemudi Aman Saat Hujan, Waspadai Aquaplaning


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.