Konversi Motor Listrik dari Mesin Bensin, Kemenhub Bilang Begini

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berfoto bersama motor listrik garapan Universitas Budi Luhur (UBL) dalam pameran Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2021 pada 6 hingga 7 November 2021.  UBL menampilkan motor listrik Cargo Electric Vehicle 01 (BL-CEVO1) dan Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEVO1) dalam pameran yang diadakan di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, tersebut. FOTO: UBL

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berfoto bersama motor listrik garapan Universitas Budi Luhur (UBL) dalam pameran Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2021 pada 6 hingga 7 November 2021. UBL menampilkan motor listrik Cargo Electric Vehicle 01 (BL-CEVO1) dan Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEVO1) dalam pameran yang diadakan di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, tersebut. FOTO: UBL

    TEMPO.CO, Jakarta - Konversi sepeda motor mesin besin atau konvesional menjadi motor listrik harus mengikuti aturan.

    Menurut Direktur Sarana Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan atau Kemenhub M. Risal Wasal, sepeda motor listrik konversi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

    “Regulasi ini dukungan terhadap Perpres Percepatan Kendaraan Listrik. Saat ini yang kami konversi baru sepeda motor,” kata Risal saat ditemui di IEMS 2021 di kawasan PUSPITEK Serpong, Tangerang Selatan, hari ini, Kamis, 25 November 2021.

    Risal menerangkan beberapa persyaratan harus dipenuhi untuk mengkonversi motor mesin bensin menjadi motor listrik.

    Berikut syarat konversi motor bensin menjadi motor listrik sesuai penjelasan Risal:

    1. Memiliki sertifikat SUT dan SRUT
    Sepeda motor bensin yang akan diubah menjadi motor listrik harus memiliki Sertifikat Uji Tipe (SUT) atau Sertifikasi Uji Tipe Kendaraan Bermotor (SRUT).

    2. Memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
    Motor tersebut juga wajib memiliki STNK sebelum dikonversi.

    3. Bukan untuk bisnis
    Motor konversi tersebut bukan untuk bisnis, tetapi untuk masyarakat yang ingin memiliki sepeda motor listrik.

    4. Uji ulang SUT dan SRUT
    Motor yang sudah dikonversi tersebut harus mengikuti uji ulang SUT atau SRUT.

    “Prosesnya (konversi) dilakukan oleh bengkel motor konversi yang kami tunjuk atau lembaga lain yang kami tunjuk untuk melakukan uji SUT lagi sampai STNK dikeluarkan kembali oleh pihak kepolisian,” ucap Risal.

    Setelah pengujian selesai dilakukan, motor tersebut telah memenuhi persyaratan teknis serta persyaratan keselamatan sehingga laik jalan.

    Setelah seluruh persyaratan tersebut terpenuhi, dia melanjutkan, sepeda motor listrik hasil konversi diperbolehkan digunakan di jalan umum nasional.

    BacaTekan Polusi Udara, Astra-Gojek Uji Coba Motor Listrik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.