Terdampak Krisis Semikonduktor, Mercedes-Benz CLA dan GLB Inden 3 Bulan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Mercedes-Benz Indonesia merilis lima model baru yakni S 450 L 4MATIC, AMG A35 4MATIC Sedan, AMG GLA 35 4MATIC, E 200 Avantgarde Line, dan E 300 AMG Line. Kelima model baru ini langsung diuji jalan Jakarta-Solo-Jakarta, 1-3 Desember 2021. TEMPO/Dicky Kurniawan

    Mercedes-Benz Indonesia merilis lima model baru yakni S 450 L 4MATIC, AMG A35 4MATIC Sedan, AMG GLA 35 4MATIC, E 200 Avantgarde Line, dan E 300 AMG Line. Kelima model baru ini langsung diuji jalan Jakarta-Solo-Jakarta, 1-3 Desember 2021. TEMPO/Dicky Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) mengaku terdampak krisis chip semikonduktor pada produksi kendaraannya di Indonesia. Akibat krisis ini, beberapa model mobil Mercedes-Benz mengalami inden sekitar 2 hingga 3 bulan.

    Menurut Deputy Director Sales Operations Product Management PT MBDI Kariyanto Hardjosoemarto, adapun model yang terdampak krisis ini  adalah Mercedes-Benz CLA dan GLB.

    “Kalau pesen sekarang, mungkin baru tersedia Februari atau Maret tahun depan. Saat ini kami alami keterlambatan untuk dua model tersebut, pengiriman terpaksa mundur dari yang sudah dijadwalkan,” kata Kariyanto saat ditemui di Magelang, Jawa Tengah pada Rabu, 1 Desember 2021.

    Kariyanto mengungkapkan bahwa krisis chip semikonduktor ini lebih berpengaruh pada model-model Completely Build Up (CBU). Sementara untuk model Completely Knocked Down (CKD) tidak terlalu terdampak.

    “Secara supply memang masih kami kejar terus. Tapi kalau CBU itu memang mengalami keterlambatan cukup panjang dan ke depannya mungkin akan ada fitur-fitur yang disesuaikan,” jelasnya.

    Baca juga: Mercedes-Benz E-Class dan S Class Rakitan Lokal Pertama Diluncurkan


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?