Saat Menerjang Banjir, Tips Agar Mesin Mobil Tidak Mendadak Mati

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sebuah mobil menorobos banjir di Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Selasa 16 November 2021. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatat sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Sebuah mobil menorobos banjir di Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Selasa 16 November 2021. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatat sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, JakartaBanjir adalah bencana langganan di Indonesia. Setiap musim hujan, beberapa wilayah di Indonesia pasti akan kebanjiran. Akibatnya, para pengendara mobil akan kesulitan ketika sedang berkendara.

    Mereka akan dipusingkan dengan pilihan antara menerjang banjir yang berisiko atau mengambil jalan memutar yang lebih jauh. Melansir laman asuransiastra.com, sebenarnya ada beberapa tips apabila Anda tidak punya pilihan lain selain menerjang banjir dan meminimalisir kerusakan mobil.

    Prediksi Genangan Air
    Semakin tinggi ketinggian genangan air, maka potensi kerusakan mobil Anda semakin besar. Karena itu, hal pertama yang perlu Anda lakukan apabila ingin menerjang banjir adalah bersabar. 

    Pastikan genangan air masih dalam batas toleransi yang dapat mobil Anda alami. Apabila memungkinkan, coba perhatikan mobil lain yang melintas agar dapat Anda jadikan referensi. 

    Anda juga perlu memilih jalan yang akan dilalui. Pilihlah jalan yang mulus tanpa ada polisi tidur ataupun lubang. Karena konstannya kecepatan mobil Anda memegang peranan penting. Selain itu, agar kecepatan tetap konstan, Anda juga perlu menjaga jarak dengan mobil dan kendaraan lain

    Kondisikan putaran mesin serendah mungkin
    Semakin tinggi putaran mesin, maka semakin besar juga daya hisap udara dari mesin yang dapat membuat air lebih berpotensi masuk dalam kondisi banjir. Karena itu, buatlah putaran mesin mobil serendah mungkin di kisaran 1.500-2.000 rpm. Meskipun air tetap dapat masuk, tetapi jumlahnya yang sedikit karena putaran mesin rendah akan meminimalisir kerusakan.

    Ikuti gelombang banjir
    Ketika berjalan di tengah banjir, bagian depan mobil akan mendorong air sehingga akan menciptakan gelombang. Gelombang ini dapat Anda manfaatkan dengan cara menyesuaikan kecepatan mobil. Hal ini akan membuat genangan air banjir yang dilalui mobil Anda menjadi lebih dangkal.

    Jangan setengah kopling mobil
    Sebisa mungkin lepaskan injakan kopling mobil ketika melewati banjir. Biarkan plat kopling saling menempel erat dan gerakkan mobil secara konstan. Apabila Anda terlalu sering menggunakan setengah kopling mobil, maka akan memperbesar kemungkinan kopling terbakar dan menaikkan putaran mesin. Kedua hal itu akan sangat merugikan di tengah banjir.

    NAUFAL RIDHWAN ALY 

    Baca: Efek Mobil Kebanjiran dan Cara Pengemudi Melewati banjir

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?