Jangan Asal Membunyikan, Begini Aturan Penggunaan Klakson

Reporter

Editor

Nurhadi

Ilustrasi klakson motor. shutterstock.com

TEMPO.CO, JakartaKlakson adalah alat atau terompet elektromagnetik yang membuat pendengarnya waspada. Umumnya, klakson digunakan pada kendaraan bermotor sebagai alat berkomunikasi sesama pengguna jalan. Namun, dalam penggunaannya tidak boleh asal-asalan, ada aturan hukum yang mengatur. 

Penggunaan klakson yang sembarangan bisa memancing pertengkaran, bahkan berujung ke tindak kriminal. Pada 2018, terjadi pengerusakan sebuah mobil oleh sekelompok awak ojek online. Peristiwa itu gara-gara masalah sepele, yakni klakson mobil membuat ojek online tidak nyaman. 

Mencegah peristiwa yang sama terulang, selain diperlukan kesadaran saling menghormati antar sesama, pengguna jalan juga perlu memahami dan menaati aturan hukum seputar klakson. Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, mewajibkan kendaraan bermotor untuk memasang klakson. 

Klakson yang terpasang dipastikan berfungsi dengan baik, yakni mampu mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi. Hal itu diatur dalam Pasal 39 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012. Dalam Pasal 69, disebutkan bahwa suara klakson paling rendah 83 desibel dan paling tinggi 118 desibel atau dB (A) dengan pengukuran serendah-rendahnya pada jarak dua meter di depan kendaraan. 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau bahwa membunyikan klakson sebaiknya seperlunya saja, bila benar-benar diperlukan. “Bunyikan klakson kalau memang benar-benar diperlukan. Taati aturan penggunaan klakson, serta batas desibel suara yang diizinkan,” cuit Kemenhub dikutip dari akun resmi Twitternya @kemenhub151. 

Lebih lanjut, terdapat beberapa hal yang boleh dan dilarang berkenaan dengan fitur-fitur isyarat bunyi klakson. Terkait dengan hal ini, selengkapnya telah diatur dalam PP Nomor 43 Tahun 1993 ada Bagian Kelima Pasal 71, yakni sebagai berikut: 

1. Isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa klakson dapat digunakan apabila: 

a. Diperlukan untuk keselamatan lalu lintas;

b. Melewati kendaraan bermotor lainnya.

2. Isyarat peringatan, sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 dilarang digunakan oleh pengemudi saat: 

a. Pada tempat-tempat tertentu yang dinyatakan dengan rambu-rambu;

b. Apabila isyarat bunyi tersebut mengeluarkan suara yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.

Apabila pengguna kendaraan bermotor tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, termasuk menggunakan suara klakson yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka akan mendapat sanksi tegas. Sanksi ini berupa hukuman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp250.000,00 bagi kendaraan roda dua. 

Sementara bagi kendaraan bermotor beroda empat, mendapatkan sanksi pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00. Hal ini diatur dalam dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 pasal 285 Ayat satu dan dua.  

HARIS SETYAWAN

Baca juga: Etika dan Aturan Hukum Menggunakan Klakson di Jalan






Naik Motor Pakai Headset Bisa Kena Tilang, Segini Dendanya

1 hari lalu

Naik Motor Pakai Headset Bisa Kena Tilang, Segini Dendanya

Naik motor sambil pakai headset bisa ditilang, berikut penjelasannya termasuk bisa kena hukuman pidana atau denda. Mengapa?


Bisa Kena Denda, Pengendara Motor Dilarang Berteduh di Kolong Jembatan

1 hari lalu

Bisa Kena Denda, Pengendara Motor Dilarang Berteduh di Kolong Jembatan

Pengendara motor bisa kena denda bahkan pidana jika berhenti atau bergerombol di kolong jembatan, meskipun berteduh saat hujan. Ini aturannya.


Mahasiswi Tewas Diduga Tertabrak Iringan Patwal, Bagaimana Respons Jika Bertemu Rombongan Patwal?

1 hari lalu

Mahasiswi Tewas Diduga Tertabrak Iringan Patwal, Bagaimana Respons Jika Bertemu Rombongan Patwal?

Peraturan mengenai Patroli dan Pengawalan (patwal) diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Tidak Diistimewakan, Mobil Pakai Pelat Nomor RF Tetap Kena Ganjil Genap

1 hari lalu

Tidak Diistimewakan, Mobil Pakai Pelat Nomor RF Tetap Kena Ganjil Genap

Korlantas Polri memastikan akan menindak mobil dinas dengan pelat nomor khusus atau pelat RF jika melanggar sistem ganjil genap.


Uji Coba ETLE Drone di Tegal, Pelanggaran Ini yang Banyak Tertangkap

3 hari lalu

Uji Coba ETLE Drone di Tegal, Pelanggaran Ini yang Banyak Tertangkap

Tilang elektronik menggunakan ETLE drone diklaim berhasil memantau pengguna jalan dan menangkap gambar sejumlah pelanggaran lalu lintas.


Manfaat Pelukan usai Bertengkar dengan Pasangan

3 hari lalu

Manfaat Pelukan usai Bertengkar dengan Pasangan

Sentuhan sederhana berupa pelukan hangat kepada pasangan usai bertengkar ternyata sangat ampuh meredakan suasana hati yang buruk.


Polda Metro Sebut Kemacetan Lalu Lintas Jakarta Telah Seperti sebelum Pandemi Covid-19, Tak Nyaman

4 hari lalu

Polda Metro Sebut Kemacetan Lalu Lintas Jakarta Telah Seperti sebelum Pandemi Covid-19, Tak Nyaman

Latif Usman mengatakan mobilitas kendaraan di DKI Jakarta sudah seperti sebelum pandemi Covid-19. Angka ini berdasarkan persentase indeks kemacetan.


Tilang Elektronik Bakal Diberlakukan di Cianjur, Pakai ETLE Mobile

5 hari lalu

Tilang Elektronik Bakal Diberlakukan di Cianjur, Pakai ETLE Mobile

Satlantas Polres Cianjur akan memberlakukan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kabupaten Cianjur.


52 Kecelakaan Sebabkan 58 Tewas di Masa Liburan Imlek di Malaysia

5 hari lalu

52 Kecelakaan Sebabkan 58 Tewas di Masa Liburan Imlek di Malaysia

Sebanyak 52 kecelakaan lalu lintas fatal yang mengakibatkan 58 kematian terjadi dalam masa perayaan Tahun Baru Imlek di Malaysia.


Polisi Bakal Pakai Drone untuk Patroli Lalu Lintas, Begini Cara Kerjanya

12 hari lalu

Polisi Bakal Pakai Drone untuk Patroli Lalu Lintas, Begini Cara Kerjanya

Drone ini diklaim bisa mempermudah petugas kepolisian saat akan melakukan survei dan monitoring ruas jalan yang tidak bisa dijangku jalur darat.