Kecelakaan Maut di Balikpapan Diduga karena Rem Blong, Ini Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Warga mengamati sebuah mobil yang rusak akibat ditabrak truk tronton di Turunan Rapak, Balikpapan, Kaltim, Jumat 21 Januari 2022. Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan lima orang tewas. ANTARA FOTO/HO/Novi A

    Warga mengamati sebuah mobil yang rusak akibat ditabrak truk tronton di Turunan Rapak, Balikpapan, Kaltim, Jumat 21 Januari 2022. Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan lima orang tewas. ANTARA FOTO/HO/Novi A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan maut terjadi di lampu merah Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pagi ini Jumat, 21 Januari 2022. Peristiwa itu disebabkan karena diduga truk tronton mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat di depannya.

    Defensive Training Trainer dari Real Driving Centre (RDC), Marcell Kurniawan, menjelaskan rem blong biasanya terjadi disebabkan oleh panas yang tidak punya waktu untuk menghilang. “Bisa dikarenakan jalan stop and go, mengemudi secara agresif, ngerem secara terus menerus di turunan dan atau overload,” ujar dia saat dihubungi Jumat. 

    Panas yang berlebih pada rem dapat menyebabkan cairan rem mendidih dan mengakibatkan terjadi efek vapor locking—kondisi di mana suhu rem menjadi terlalu panas karena diinjak terlalu lama—di sistem hidrolik rem. “Ini yang menyebabkan rem blong,” katanya lagi.

    Sehingga, Marcell menyarankan perlunya menjaga kualitas dan kuantitas cairan rem, pastikan secara berkala sesuai standar pabrikan, cairan rem diganti. Karena cairan rem yang usang memiliki titik didih yang jauh lebih rendah dari pada cairan rem baru, karena telah terkontaminasi air yang diserapnya dari kelembaban udara sekitar.

    Selain itu, dia melanjutkan, yang perlu dijaga adalah cara pengemudian, pastikan untuk berdeselerasi tidak hanya mengandalkan rem, tapi bisa menggunakan engine brake dan mengemudi dengan defensive. “Serta menerapkan teknik mengemudi ekonomis, untuk meminimalisir risiko rem blong,” tutur Marcell.

    Mengemudi ekonomis merupakan salah satu teknik mengemudi dengan tidak menekan rem dan gas secara agresif. Selain untuk meminimalisir penggunaan BBM juga berguna untuk memperpanjang umur pakai part kendaraan. “Juga terhindar dari rem blong karena mengemudi secara agresif.”

    Kecelakaan maut di Balikpapan itu terjadi sekitar pukul 06.15 WITA. Sopir truk diketahui berinisial MA, warga Balikpapan, 48 tahun. Mengemudikan truk tronton dengan nopol KT 8534 AJ. MA mengemudi truk tersebut sejak pukul 05.00 WITA dari lokasi parkir di Jalan Pulau Balang Km 13, Balikpapan Utara. 

    Menurut keterangan, rem truk itu sudah tidak berfungsi, lalu meluncur, dan menabrak kendaraan yang ada di depannya. Tragisnya, saat kejadian, banyak kendaraan yang berhenti di lampur merah. Data sementara yang berhasil dihimpun dari peristiwa tersebut, 5 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat.

    Selain itu, lampu merah di lokasi kejadian roboh, pagar pembatas jalan rusak, sejumlah kendaraan yang ditabrak: 6 unit roda empat (2 unit angkutan kota (angkot), 2 unit pikap, 2 unit kendaraan pribadi) dan 14 unit roda empat.

    Baca juga: Pengakuan Sopir Truk Tronton yang Terlibat Kecelakaan Maut di Balikpapan

    Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.