VinFast Ajukan IPO di Amerika Serikat untuk Membiayai Ekspansi

Reporter

SUV listrik VinFast VF8 ditampilkan selama Consumer Electronic Show 2022 (CES 2022) di Las Vegas Convention Center di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 5 Januari 2022. REUTERS/Steve Marcus

TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil Vietnam VinFast mengatakan bahwa perusahaan induknya yang berbasis di Singapura telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO) dengan regulator sekuritas Amerika Serikat, Kamis, 7 April 2022.

IPO ini merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk membangun pabrik perakitan pertamanya di AS yang diperkirakan menelan biaya US$ 4 miliar (setara Rp 57,4 triliun dengan kurs saat ini US$ 1 = Rp 14.337).

VinFast, yang menjadi produsen mobil domestik Vietnam pertama yang sepenuhnya beroperasi pada 2019, bertaruh besar di pasar AS. VinFast berharap dapat bersaing dengan produsen mobil dan perusahaan rintisan lama melalui SUV listrik dan model penyewaan baterai.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan VinFast mungkin akan mengumpulkan sekitar US$ 2 miliar dari penawaran (IPO) tersebut.

"VinFast bergerak maju dengan rencananya tetapi waktu IPO sangat terbuka," kata sumber itu, yang berbicara tanpa menyebut nama, seperti dilaporkan Reuters, Kamis.

"Perlu ada waktu untuk menyelesaikan IPO dan itu bisa dengan mudah memakan waktu beberapa bulan."

Sebuah unit dari konglomerat terbesar Vietnam Vingroup JSC, Vinfast mengatakan belum menentukan ukuran IPO dan kisaran harga.

"Ada opsi untuk dilihat. Kami masih mempertimbangkan banyak opsi," kata Chief Executive Le Thi Thu Thuy kepada wartawan di sela-sela acara untuk memamerkan SUV bertenaga baterai VF8 baru perusahaan.

Dia mengatakan IPO direncanakan untuk paruh kedua tahun ini sebagai salah satu opsi untuk mendanai pabrik yang direncanakan di North Carolina dan ekspansi bisnis di AS.

Pekan lalu perusahaan mengatakan telah menandatangani kesepakatan awal investasi sebesar US$2 miliar untuk membangun pabrik North Carolina. Pabrik ini akan digunakan untuk memproduksi bus listrik, SUV, dan baterai untuk kendaraan listrik.

Perusahaan, yang didirikan pada 2017, berencana untuk beralih ke produksi kendaraan listrik mulai akhir 2022.

Setahun yang lalu sumber mengatakan VinFast sedang mempertimbangkan IPO yang dapat memberi nilai perusahaan sekitar US$60 miliar.

Penilaian itu terlihat melebar di pasar saat ini, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, Kamis.

"Bahkan perusahaan yang telah melakukan IPO di AS mengalami koreksi tajam dalam penilaian, jadi itu wajar," tambahnya.

“Di luar Amerika Utara, VinFast sedang mencari pabrik di Jerman,” katanya pada Januari lalu.

VinFast mengatakan harga untuk SUV VF8-nya mulai dari US$ 41.000 ( Rp 589 juta) di Amerika Serikat, dibandingkan sekitar US$ 63.000 (Rp 905,4 juta) untuk SUV Tesla. Perusahaan menargetkan penjualan kendaraan listrik global sebesar 42.000 tahun ini.

Baca juga: Mobnas Vietnam VinFast Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di AS

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.






Kemenhub Gratiskan Sertifikasi Motor Listrik, Percepat Elektrifikasi Kendaraan di Indonesia

5 jam lalu

Kemenhub Gratiskan Sertifikasi Motor Listrik, Percepat Elektrifikasi Kendaraan di Indonesia

Kemenhub mendukung rencana pemerintah mencapai target 2 juta unit sepeda motor listrik pada 2025.


Wajah Baru PLN

6 jam lalu

Wajah Baru PLN

PT PLN (Persero) kini tampil dengan wajah baru, dengan struktur baru, berupa holding atau perusahaan induk dan subholding.


DPR RI Siapkan 55 Unit Hyundai Ioniq 5 untuk Operasional P20 di Jakarta

19 jam lalu

DPR RI Siapkan 55 Unit Hyundai Ioniq 5 untuk Operasional P20 di Jakarta

DPR RI menyediakan 55 unit mobil listrik Hyundai Ioniq 5 untuk digunakan dalam kegiatan 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20).


Popularitas Balap Formula E Diyakini akan Menyalip Formula 1

19 jam lalu

Popularitas Balap Formula E Diyakini akan Menyalip Formula 1

Bos tim Formula E Envision Racing Sylvain Filipi yakin bahwa balap mobil listrik akan menjadi fokus utama dan para sponsor di masa mendatang.


Mengejutkan, Elon Musk Akhirnya Putuskan Beli Saham Twitter Rp 668 Triliun

1 hari lalu

Mengejutkan, Elon Musk Akhirnya Putuskan Beli Saham Twitter Rp 668 Triliun

Elon Musk akhirnya memutuskan melanjutkan pembelian saham Twitter.


Spesifikasi Mobil Listrik Citroen e-C4 yang Bakal Rilis di Indonesia

1 hari lalu

Spesifikasi Mobil Listrik Citroen e-C4 yang Bakal Rilis di Indonesia

Mobil listrik Citroen e-C4 dibekali baterai Lithium-ion berkapasitas 50 kWh dengan jarak tempuh hingga 350 kilometer dalam sekali pengisian daya.


Mobil Listrik Citroen AMI Pesaing Wuling Air ev Diperkenalkan di Indonesia, Kapan Dijual?

1 hari lalu

Mobil Listrik Citroen AMI Pesaing Wuling Air ev Diperkenalkan di Indonesia, Kapan Dijual?

Dalam kesempatan seremoni kembalinya Citroen di Indonesia, merek mobil Prancis ini secara mengejutkan menghadirkan mobil listrik mungilnya yang bernama Citroen AMI.


Mulai Tahun Depan, Mobil dan Motor Patroli Polisi Bakal Pakai Kendaraan Listrik

1 hari lalu

Mulai Tahun Depan, Mobil dan Motor Patroli Polisi Bakal Pakai Kendaraan Listrik

Korlantas Polri mengonfirmasi bahwa mulai tahun depan, seluruh mobil dan motor patroli lalu lintas akan menggunakan kendaraan listrik.


Comeback di Indonesia, Citroen Targetkan 15 Dealer dan Pasarkan 3 Mobil

1 hari lalu

Comeback di Indonesia, Citroen Targetkan 15 Dealer dan Pasarkan 3 Mobil

Tiga model mobil yang akan segera diluncurkan di Indonesia adalah Citroen C5 Aircross, New Citroen C3, dan mobil listrik Citroen e-C4.


Terkini Bisnis: OJK Soal Penghimpunan Dana di Pasar Modal, Janji Freeport ke RI

1 hari lalu

Terkini Bisnis: OJK Soal Penghimpunan Dana di Pasar Modal, Janji Freeport ke RI

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Selasa sore ini antara lain OJK menyatakan hasil penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 175,3 triliun.