Hindari 3 Hal Ini Agar Transmisi CVT Mobil Awet

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan Civic Turbo di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis 21 Februari 2019. Civic masih mengandalkan mesin 1,5 liter dengan sokongan turbocharger. Output yang dihasilkan 173 PS pada 5.500 rpm dan torsi maksimal 220 Nm pada rentang 1.700 - 5.500 rpm, yang dikirimkan ke penggerak roda depan melalui transmisi andalan CVT. Tempo/Tony Hartawan

    Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan Civic Turbo di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis 21 Februari 2019. Civic masih mengandalkan mesin 1,5 liter dengan sokongan turbocharger. Output yang dihasilkan 173 PS pada 5.500 rpm dan torsi maksimal 220 Nm pada rentang 1.700 - 5.500 rpm, yang dikirimkan ke penggerak roda depan melalui transmisi andalan CVT. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Teknologi transmisi CVT memiliki umur yang lebih pendek daripada jenis transmisi lainnya.

    Dilansir dari laman Daihatsu, pendeknya umur transmisi CVT ini sangat wajar karena semakin canggih teknologi sebuah transmisi, semakin kompak perangkatnya, dan semakin ringan serta halus ketika dikendarai. Maka transmisi tersebut umumnya berusia semakin pendek.

    Penggantian Komponen Mahal

    Selain itu, biaya perawatan dan penggantiannya juga tergolong mahal.

    Oleh karena itu, Anda perlu memperlakukan mobil dengan transmisi CVT dengan perlakuan khusus. Dikutip dari laman auto2000.co.id, berikut hal yang harus Anda hindari agar transmisi CVT awet.

    • Berkendara dengan Kasar

    Sebisa mungkin hindari gaya mengemudi yang terlalu kasar atau agresif. Gaya mengemudi seperti ini dapat berdampak pada keawetan komponen transmisi CVT.

    Hal ini juga diungkapkan oleh Dani Muhammad Sidik selaku Kepala Bengkel Auto2000 Indramayu, Jawa Barat yang mengatakan bahwa mobil yang kerap dibawa dengan gaya mengemudi kasar, agresif, atau bahkan dipakai untuk balapan maka sistem transmisi CVT-nya sangat rentan bermasalah.

    Selain rentan bermasalah, gaya mengemudi yang ugal-ugalan juga dapat menyebabkan kecelakaan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, bijaklah dalam berkendara demi kebaikan bersama.

    • Tidak Memasukkan Gigi dengan Tepat

    Salah memasukkan gigi pada transmisi CVT adalah hal yang buruk. Kebiasaan ini berisiko membuat CVT mobil tidak awet.

    Misalnya ketika Anda salah mengoperasikan gear ratio ketika lampu merah atau berhenti sebentar, seharusnya pengemudi memasukkan gigi D terlebih dahulu, kemudian melepas rem tangan. Jika tidak, maka dapat mengakibatkan CVT mobil menjadi cepat rusak.

    Anda harus membiasakan hal ini agar membantu mempersiapkan kinerja transmisi sebelum berkendara sehingga transmisi CVT mobil Anda menjadi lebih awet.

    • Salah Memilih Oli

    Oli berperan untuk melumasi mesin pada transmisi. Bagi Anda yang mobilnya menggunakan transmisi CVT, maka Anda perlu rajin-rajin menggantinya secara berkala di bengkel resmi.

    Selalu ingat bahwa oli yang digunakan harus khusus untuk CVT, jangan pernah menggunakan oli untuk mesin mobil matik konvensional. Kesalahan dalam menggunakan jenis oli dapat berakibat kerusakan pada CVT mobil nda.

    Itulah hal-hal yang harus dihindari apabila Anda menginginkan transmisi CVT awet. Selain itu, servislah mobil Anda di bengkel resmi agar dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan lebih dini.

    NAUFAL RIDHWAN ALY
    Baca juga: 8 Tips Merawat Transmisi CVT Mobil Agar Tidak Menguras Kantong


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Fakta-fakta Sea Games 2022, Asal-usul Tahun Penyelenggaraan dan Cabang Baru

    Catat berbagai fakta Sea Games 2022 seharusnya berlangsung pada 21 November 2021. Salah satunya adalah salah satu olahraga favorit di Vietnam.