Nelson Piquet Minta Maaf ke Lewis Hamilton karena Ucapan Rasis

Reporter

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton melakukan selebrasi di atas podium setelah berhasil menjuarai GP Inggris di Sirkuit Silverstone di Silverstone, Inggris, 18 Juli 2021. REUTERS/Peter Cziborra

TEMPO.CO, Jakarta - Juara dunia tiga kali Formula 1 asal Brazil Nelson Piquet meminta maaf kepada Lewis Hamilton pada hari Rabu, 29 Juni 2022, setelah sebuah video muncul tentang dia menggunakan cercaan rasial yang jelas dalam bahasa Portugis ketika merujuk pada pembalap Mercedes itu saat bertabrakan dengan Max Verstappen di Silverstone musim lalu.

Piquet, 69, bersikeras dalam sebuah pernyataan bahwa komentar "tidak dipikirkan matang" yang dibuat November lalu telah salah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

"Istilah yang digunakan adalah istilah yang secara luas dan historis telah digunakan sehari-hari dalam bahasa Portugis di Brazil sebagai sinonim untuk 'pria' atau 'orang' dan tidak pernah dimaksudkan untuk menyinggung orang lain," katanya seperti dilaporkan Reuters.

"Saya tidak akan pernah menggunakan kata yang dituduhkan kepada saya dalam beberapa terjemahan. Saya sangat mengutuk setiap ucapan yang meremehkan pengemudi karena warna kulitnya.”

"Saya meminta maaf dengan sepenuh hati kepada siapa pun yang terpengaruh, termasuk Lewis, yang merupakan pengemudi luar biasa, tetapi terjemahan di beberapa media yang sekarang beredar di media sosial tidak benar.”

“Diskriminasi tidak memiliki tempat di F1 atau masyarakat dan saya senang untuk mengklarifikasi pemikiran saya dalam hal itu.”

Video Piquet saat mengomentari insiden tabrakan Hamilton dan Verstappen di GP Inggris November lalu viral dalam beberapa hari terakhir. Suasana semakin panas karena Kelly Piquet, anak dari Nelson Piquet, merupakan pacar Max Verstappen.

Hamilton, yang baru-baru ini dianugerahi kewarganegaraan kehormatan Brazil dan merupakan satu-satunya pembalap kulit hitam di olahraga tersebut, menanggapinya di Twitter.

"Ini lebih dari bahasa. Pola pikir kuno ini perlu diubah dan tidak memiliki tempat dalam olahraga kami," kata pembalap Mercedes itu seperti dikutip dari Reuters.

"Saya dikelilingi oleh sikap-sikap ini dan menargetkan seluruh hidup saya. Ada banyak waktu untuk belajar. Waktunya telah tiba untuk bertindak."

Badan pengatur balap motor FIA, Formula 1 dan Mercedes semuanya mengeluarkan pernyataan yang mengutuk rasisme tetapi tanpa menyebut nama Piquet.

"Bahasa diskriminatif atau rasis tidak dapat diterima dalam bentuk apa pun dan tidak memiliki bagian dalam masyarakat. Lewis adalah duta besar yang luar biasa untuk olahraga kami dan pantas dihormati," demikian pernyataan resmi Formula 1

Baca juga: Lewis Hamilton: Rasisme Tidak Memiliki Tempat di Olahraga Kami

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto






Nicholas Latifi Tinggalkan Williams di Akhir Musim Formula 1 2022

1 hari lalu

Nicholas Latifi Tinggalkan Williams di Akhir Musim Formula 1 2022

Pembalap Kanada Nicholas Latifi akan meninggalkan Williams ketika kontraknya berakhir pada akhir musim ini, tim Formula 1 mengumumkan pada Jumat, 23 September 2022.


Meski Diragukan, Pembalap Wanita ini Yakin Bisa Masuk Formula 1

2 hari lalu

Meski Diragukan, Pembalap Wanita ini Yakin Bisa Masuk Formula 1

Jamie Chadwick bertekad mencapai jejang Formula 1 dalam lima tahun ke depan meskipun bos olahraga, Stefano Domenicali meragukannya.


Formula 1: Yuki Tsunoda Bertahan di AlphaTauri Musim 2023

3 hari lalu

Formula 1: Yuki Tsunoda Bertahan di AlphaTauri Musim 2023

AlphaTauri mempertahankan Yuki Tsunoda untuk musim 2023. Ini merupakan tahun ketiga pembalap Jepang itu bersama tim asal Italia itu.


Formula 1: Christian Horner Menyesal Tidak Merekrut Oscar Piastri

3 hari lalu

Formula 1: Christian Horner Menyesal Tidak Merekrut Oscar Piastri

Oscar Piastri menjadi juara dunia Formula 3 (2020) dan Formula 2 (2021) bersama tim Arden, tim yang didirikan Christian Horner bersama ayahnya.


Formula 1: Red Bull Ditantang Sapu Bersih Kemenangan Enam Seri Terakhir

5 hari lalu

Formula 1: Red Bull Ditantang Sapu Bersih Kemenangan Enam Seri Terakhir

Pembalap Red Bull Max Verstappen berpeluang mengunci gelar juara dunia di Grand Prix Singapura dua pekan mendatang jika meraih minimal 23 poin.


Kabar Formula 1 Digelar di Malaysia, Ini Kata Bos Sirkuit Sepang

10 hari lalu

Kabar Formula 1 Digelar di Malaysia, Ini Kata Bos Sirkuit Sepang

Ada spekulasi balap mobil Formula 1 akan digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, untuk mengisi kekosongan setelah Rusia dicopot dari kalender balapan.


Formula 1: Alex Albon Operasi Usus Buntu, Sempat Alami Gagal Pernapasan

10 hari lalu

Formula 1: Alex Albon Operasi Usus Buntu, Sempat Alami Gagal Pernapasan

Pembalap Formula 1, Alex Albon keluar dari rumah sakit setelah sempat alami masa kritis usai jalani operasi usus buntu dan absen dari Grand Prix Italia.


Formula 1: Mercedes Kini Hanya Fokus Mengejar Ferrari di Klasemen Konstruktor

11 hari lalu

Formula 1: Mercedes Kini Hanya Fokus Mengejar Ferrari di Klasemen Konstruktor

Mercedes saat ini berada di posisi ketiga klasemen konstruktor Formula 1 musim 2022 dengan 371 poin, terpaut 35 poin dari Ferrari di peringkat kedua.


Nyck de Vries Bermain Gemilang di Monza, Digadang Masuk Formula 1

12 hari lalu

Nyck de Vries Bermain Gemilang di Monza, Digadang Masuk Formula 1

George Russell mengatakan Nyck De Vries layak mendapatkan kursi di Formula 1. Max Verstappej pun memberi semangat di Sirkuit Monza.


Max Verstappen Menang di Grand Prix Monza, Mobil Lubricants Bicara

13 hari lalu

Max Verstappen Menang di Grand Prix Monza, Mobil Lubricants Bicara

Sergio Perez, rekan setim Max Verstappen, memulai balapan dari posisi 13. Pembalap F1 Red Bull itu mengatakan pada awal start semua berjalan mulus.