Jangan Pernah Lakukan 5 Hal Ini Saat Isi BBM di SPBU, Begini Alasannya

Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Kuningan, Jakarta, Senin (3/9). TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, JakartaDi tengah problematik penggunaan aplikasi MyPertamina dan prediksi harga Bahan Bakar Minyak atau BBM global yang cenderung meningkat, tidak dapat dimungkiri bahwa isi bensin di SPBU merupakan rutinitas yang mesti dilakukan oleh para pemilik kendaraan.

Kendati sudah menjadi kebiasaan, banyak pula masyarakat yang tidak mengindahkan ragam peraturan di tempat yang rawan kebakaran ini. Misalnya, tidak benar-benar mematikan mesin mobil ketika mengisi bahan bakar di SPBU.

Berikut 5 tindakan yang sebaiknya tidak pernah Anda lakukan sewaktu mengisi bensin sebagaimana dikutip dari daihatsu.co.id.

1. Mengisi Daya Gawai di Mobil

Perlu diketahui bahwa tegangan listrik dari mobil untuk mengisi gawai biasanya bersifat kurang stabil sebab putaran mesin mobil yang naik dan turun. Lebih lagi, listrik mobil biasanya digunakan untuk penerangan dalam mobil, pendingin, dan audio, bukan untuk mengisi daya gawai. Alhasil, tindakan ini berpotensi meledakan gawai sehingga membakar bagian mobil lain, terlebih lagi saat pengisian bahan bakar.

2. Merokok di Sekitar Area SPBU

Sudah selayaknya menjadi perhatian bersama, merokok di sekitar area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU bukanlah tindakan yang bijak. Sebab, adanya uap bensin di sekitar kendaraan dan kemungkinan tumpahan bensin di sekitar sangat berpotensi terbakar oleh percikan api dari rokok. 

3. Tidak Mematikan Mesin Kendaraan

Sebagaimana dilansir oleh daihatsu.co.id, ketika mesin kendaraan tidak dimatikan, maka listrik mengaliri bagian-bagian mobil, seperti aki, kabel busi, dan sejenisnya. Oleh karena itu, pengisian bahan bakar dalam kondisi mesin yang menyala sangatlah berbahaya dan berisiko. Sebab, aliran dan putaran listrik memiliki potensi untuk memercikan api yang dapat membakar uap bensin dan kendaraan Anda.

4. Menggunakan Telepon Seluler

Meskipun masih menjadi perdebatan akademis, penggunaan telepon seluler tidak disarankan di sekitar area SPBU. Salah satu pemikiran logis di balik larangan tersebut adalah telepon seluler berpotensi mengurangi kewaspadaan penumpang sehingga dapat menimbulkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di sekitar area. 

5. Mengisi Bensin secara Berlebihan

Tidak dimungkiri beberapa orang sering kali mengisi bahan bakar hingga menetes atau tumpah ke tubuh kendaraan. Tetesan tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran di sekitar area. Selain itu, dikutip dari daihatsu.co.id, mengisi bensin hingga berlebihan sama halnya dengan mengendarai kendaraan dengan tangki kosong, yaitu sama-sama berbahaya dan rawan bencana. 

Itulah lima tindakan yang harus dihindari sewaktu mengisi Bahan Bakar Minyak atau BBM di SPBU. Sebab, selain dapat mencelakakan diri sendiri, pelanggaran terhadap lima poin di atas juga akan merugikan orang lain.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN 

Baca: BPS: Subsidi BBM dan Bansos Jaga Daya Beli Masyarakat

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






KPK Sita Tanah dan SPBU Senilai Rp 25 Miliar di Kasus Nindya Karya

4 jam lalu

KPK Sita Tanah dan SPBU Senilai Rp 25 Miliar di Kasus Nindya Karya

KPK menyita sejumlah aset senilai Rp 25 miliar dari kasus korupsi dengan terdakwa korporasi PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati


Kurangi Beban Subsidi BBM, Menteri ESDM Bicara Pembatasan Konsumsi Pertalite dan Solar

4 jam lalu

Kurangi Beban Subsidi BBM, Menteri ESDM Bicara Pembatasan Konsumsi Pertalite dan Solar

Kementerian ESDM tengah merencanakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.


Bandingkan dengan ASEAN, Airlangga: Harga BBM Kita di Bawah

5 jam lalu

Bandingkan dengan ASEAN, Airlangga: Harga BBM Kita di Bawah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membandingkan harga bahan bakar minyak atau harga BBM di Tanah Air dengan sejumlah negara tetangga.


Alokasi Subsidi Energi pada 2023 Turun jadi Rp 210,7 Triliun, Harga BBM Akan Naik?

5 jam lalu

Alokasi Subsidi Energi pada 2023 Turun jadi Rp 210,7 Triliun, Harga BBM Akan Naik?

Anggaran subsidi energi pada tahun 2023 sebesar Rp 210,7 triliun atau turun dibandingkan yang ditetapkan pada tahun 2022 sebesar Rp 208,9 triliun.


Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pedagang Warteg: Pangkas Rantai Distribusi

7 jam lalu

Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pedagang Warteg: Pangkas Rantai Distribusi

Himpunan Pedagang Warteg Indonesia (HiPWIn) mendesak pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang saat ini mengalami lonjakan.


Jokowi Banggakan Pertumbuhan Ekonomi RI, Ekonom Ungkap Kualitas yang Masih Rendah

8 jam lalu

Jokowi Banggakan Pertumbuhan Ekonomi RI, Ekonom Ungkap Kualitas yang Masih Rendah

Jokowi menjelaskan fundamental ekonomi Indonesia sangat baik di tengah perekonomian dunia yang sedang bergejolak.


Terkini Bisnis: Susi Pudjiastuti Minta Subsidi BBM Dihentikan, Alfamart Beri Apresisasi Amelia

9 jam lalu

Terkini Bisnis: Susi Pudjiastuti Minta Subsidi BBM Dihentikan, Alfamart Beri Apresisasi Amelia

Berita terkini ekbis dimulai dari Susi Pudjiastuti meminta Jokowi menghentikan program subsidi bahan bakar minyak (BBM).


Soal BBM, Bamsoet: Tidak Ada Negara Beri Subsidi Sebesar Indonesia

10 jam lalu

Soal BBM, Bamsoet: Tidak Ada Negara Beri Subsidi Sebesar Indonesia

Bamsoet mengatakan lonjakan harga minyak dunia pada awal April 2022diperkirakan mencapai US$ 98 dolar per barel.


Pertamina: Ada 49 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi hingga Agustus 2022

12 jam lalu

Pertamina: Ada 49 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi hingga Agustus 2022

PT Pertamina (Persero) menyatakan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi ini terjadi secara nasional.


BBM Impor, Mendag Minta Subsidi Langsung Agar APBN Tak Bengkak hingga Rp600 Triliun

1 hari lalu

BBM Impor, Mendag Minta Subsidi Langsung Agar APBN Tak Bengkak hingga Rp600 Triliun

Mendag Zulkifli Hasan memastikan beban subsidi BBM akan terus membengkak dalam APBN jika pengendalian penyalurannya tak diubah.