Pahami Arti Oktan dalam BBM, Mana yang Tepat untuk Kendaraan Anda?

Petugas melakukan pengisian bahan bakar di KiosK Pertamax Rest Area KM 252 Brexit, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (30/5/2018). Pertamina menyiagakan 60 titik Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax suntuk pemudik di Lebaran 2018 ini. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, JakartaDalam dunia otomotif, setiap Bahan Bakar Minyak atau BBM biasanya memiliki nilai oktan yang berbeda-beda. Dikutip dari laman auto2000.co.id, sederhananya, semakin tinggi nilai oktan pada bahan bakar, maka residu yang ditinggalkan juga semakin sedikit.

Umumnya,BBM oktan tinggi digunakan untuk mesin kendaraan dengan performa dan rasio kompresi mesin yang lebih tinggi pula.

Urutan Nilai Oktan pada BBM di Indonesia

Bagi kendaraan umum di Indonesia, sejauh ini, Pertamina menyediakan bahan bakar dengan oktan paling rendah 88 dan paling tinggi 100. Berikut adalah daftar lengkap urutan nilai oktan pada BBM di Indonesia sebagaimana dikutip dari laman resmi Pertamina.

1. Pertamax Racing (Nilai Oktan 100)

Kendaraan dengan bahan bakar beroktan 100 biasanya diperuntukan pada kendaraan balap yang memiliki kompresi mesin tinggi. Dalam hal ini, mesin yang digunakan biasanya telah diakui oleh federasi balap internasional, cenderung lebih responsif daripada mesin kendaraan umum, lebih stabil, dan berdaya tahan tinggi. 

2. Pertamax Turbo (Nilai Oktan 98)

Bahan bakar ini merupakan hasil pengembangan dan kerja sama antara Pertamina dan Perusahaan Lamborghini untuk mobil-mobil dengan teknologi tinggi. Umumnya, Pertamax Turbo memiliki kadar sulfur yang rendah sehingga tidak merusak ualitas udara di sekitar.

Berdasarkan pengembangannya, bahan bakar ini pertama kali digunakan pada gelaran Lamborghini Super Trofeo European Series pada 29 Juli 2016. Saat ini, Pertamax Turbo sedang menuju tahap pembaruan untuk memenuhi standar Euro IV agar lebih ramah lingkungan dan memperkuat performa,.

3. Pertamax (Nilai Oktan 92)

Pertamax merupakan salah satu bahan bakar yang paling umum dan sering menjadi pilihan bagi pemilik kendaraan. Berdasarkan laman resmi Pertamina, Pertamax diklaim mampu membersihkan bagian dalam mesin, menciptakan proteksi antikarat, dan mampu mempertahankan kemurnian bahan bakar sehingga pembakaran lebih sempurna. 

4. Pertalite (Nilai Oktan 90)

Selain Pertamax, Pertalite juga kerap kali menjadi andalan masyarakat Indonesia. Dengan nilai oktan 90, mesin kendaraan yang menggunakan pertalite dapat dipastikan memiliki proses pembakaran yang lebih sempurna daripada bahan bakar Premium. Selain itu, Pertalite juga diklaim mampu menempuh jarak yang lebih jauh dengan tetap memastikan kualitas dan harga yang terjangkau.

5. Premium (Nilai Oktan 88)

Menjadi bahan bakar dengan nilai oktan paling rendah, Premium merupakan bensin keluaran Pertamina yang memiliki harga paling terjangkau. Dilansir dari laman resmi Pertamina, penggunaan premium disarankan pada mesin kendaraan dengan risiko kompresi yang rendah.

Itulah lima jenis BBM di Indonesia berdasarkan nilai oktan. Umumnya, semakin tinggi nilai oktan, maka semakin mahal pula harga bensin tersebut. 

ACHMAD HANIF IMADUDDIN 

Baca: BBM Oktan Rendah Bisa Merusak Mesin Kendaraan Simak Penjelasannya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Soal Kenaikan Harga BBM, Airlangga Sebut Pemerintah Masih Mengkaji

2 jam lalu

Soal Kenaikan Harga BBM, Airlangga Sebut Pemerintah Masih Mengkaji

Airlangga mengatkaan pemerintah sedang melakukan pengkajian terhadap kebutuhan baik dari sisi volume maupun kebijakan-kebijakannya.


Airlangga: Harga Keekonomian Pertalite Rp 13.150

4 jam lalu

Airlangga: Harga Keekonomian Pertalite Rp 13.150

Berbeda dengan Pertalite, harga keekonomian Pertamax saat ini Rp 15.150 per liter.


Kurangi Beban Subsidi BBM, Menteri ESDM Bicara Pembatasan Konsumsi Pertalite dan Solar

5 jam lalu

Kurangi Beban Subsidi BBM, Menteri ESDM Bicara Pembatasan Konsumsi Pertalite dan Solar

Kementerian ESDM tengah merencanakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.


Sri Mulyani Beberkan Penyebab Subsidi Energi Tahun Depan Turun 33 Persen

6 jam lalu

Sri Mulyani Beberkan Penyebab Subsidi Energi Tahun Depan Turun 33 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan subsidi energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) pada 2023, tidak akan sebesar tahun ini.


Bandingkan dengan ASEAN, Airlangga: Harga BBM Kita di Bawah

6 jam lalu

Bandingkan dengan ASEAN, Airlangga: Harga BBM Kita di Bawah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membandingkan harga bahan bakar minyak atau harga BBM di Tanah Air dengan sejumlah negara tetangga.


Alokasi Subsidi Energi pada 2023 Turun jadi Rp 210,7 Triliun, Harga BBM Akan Naik?

6 jam lalu

Alokasi Subsidi Energi pada 2023 Turun jadi Rp 210,7 Triliun, Harga BBM Akan Naik?

Anggaran subsidi energi pada tahun 2023 sebesar Rp 210,7 triliun atau turun dibandingkan yang ditetapkan pada tahun 2022 sebesar Rp 208,9 triliun.


Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pedagang Warteg: Pangkas Rantai Distribusi

8 jam lalu

Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pedagang Warteg: Pangkas Rantai Distribusi

Himpunan Pedagang Warteg Indonesia (HiPWIn) mendesak pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang saat ini mengalami lonjakan.


Jokowi Banggakan Pertumbuhan Ekonomi RI, Ekonom Ungkap Kualitas yang Masih Rendah

9 jam lalu

Jokowi Banggakan Pertumbuhan Ekonomi RI, Ekonom Ungkap Kualitas yang Masih Rendah

Jokowi menjelaskan fundamental ekonomi Indonesia sangat baik di tengah perekonomian dunia yang sedang bergejolak.


Terkini Bisnis: Susi Pudjiastuti Minta Subsidi BBM Dihentikan, Alfamart Beri Apresisasi Amelia

10 jam lalu

Terkini Bisnis: Susi Pudjiastuti Minta Subsidi BBM Dihentikan, Alfamart Beri Apresisasi Amelia

Berita terkini ekbis dimulai dari Susi Pudjiastuti meminta Jokowi menghentikan program subsidi bahan bakar minyak (BBM).


Soal Kenaikan Harga BBM, Ketua DPR: Sampai Hari Ini Belum Ada Usulan Pemerintah

10 jam lalu

Soal Kenaikan Harga BBM, Ketua DPR: Sampai Hari Ini Belum Ada Usulan Pemerintah

Ketua DPR Puah Maharani mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima usulan kenaikan harga BBM, termasuk di antaranya Pertalite dan Solar.