GIIAS 2022 Dibanjiri Mobil Listrik Baru, DFSK Mini EV Hingga BMW iX

DFSK memamerkan mobil listrik Mini EV untuk pertama kalinya di Indonesia di gelaran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/7/2022) (ANTARA/Fathur Rochman)

TEMPO.CO, Jakarta - Pameran otomotif tahunan GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) yang akan mulai digelar ebsok menjadi panggung bagi mobil listrik baru. Sekitar enam mobil listrik anyar bakal debut di GIIAS 2022.

Mobil-mobil listrik itu sebagian besar sudah diperkenalkan di Indonesia. Tapi di pameran otomotif tersebut akan resmi diluncurkan dan dipasarkan.

Berdasarkan penelusuran Tempo, sejumlah mobil listrik baru yang akan debut di GIIAS 2022 antara lain, Wuling Air EV, DFSK Mini EV, Toyota Kijang Innova Listrik, Toyota bZ4X, dan juga BMW iX dan i4.

Pameran GIIAS tahun ini akan menjadi salah satu tempat bagi pabrikan mobil untuk menunjukkan komitmen elektrifikasi kendaraan di Indonesia. Berikut sejumlah mobil listrik tersebut:

Wuling Air EV
Mobil listrik mungil Wuling Air EV sudah diperkenalkan di Indonesia pada awal Juni lalu. Mobil ini versi produksi dari mobil listrik prototipe Wuling GSEV yang sudah diperkenalkan di berbagai pameran otomotif.

Mobil ini memiliki desain eksterior yang modern. Pada bagian depan, terdapat lampu iluminasi memanjang, dari kaca spion kiri, menyambung ke bagian depan, lalu ke kaca spion kanan. Posisi iluminasi ini tepat di atas logo Wuling.

Lampu utama mengadopsi desain bersusun. Sudah menggunakan LED. Pada tampak samping, kaca jendela belakang terlihat seperti jendela pesawat terbang.

Meskipun belum resmi diluncurkan, namun Wuling telah membuka pemesanan untuk Air EV dan terakhir, Wuling mengklaim pemesanan untuk mobil listrik ini sudah mencapai ribuan unit. Selain itu, mobil ini juga telah terkonfirmasi akan menjadi mobil resmi untuk KTT G20 di Bali.

Harga Wuling Air EV diperkirakan mulai Rp 250 jutaan untuk tipe range standar dan Rp 300 juta untuk tipe long range.

DFSK Mini EV
DFSK Mini EV pertama kali diperkenalkan dalam pameran mobil listrik Periklindo Electric Vehicle Show pada akhir Juli 2022. DFSK Mini EV adalah mobil listrik baterai berukuran mungil untuk perkotaan yang mirip dan bersaing dengan mobil listrik mungil Wuling Air EV.

Meski belum resmi dipasarkan di Indonesia, namun beberapa detail spesifikasi DFSK Mini EV, secara garis besar sama dengan yang dipasarkan di Cina. Di negeri asalnya, mobil listrik abterai ini diberi nama Dongfeng FengGuang Mini EV.

Dimensi DFSK Mini EV memiliki panjang 2.995 mm, lebar 1.495 mm, tinggi 1.640 mm, dan jarak sumbu roda 1.960 mm. Dongfeng FengGuang Mini EV mengusung motor listrik tunggal yang menghasilkan tenaga 25 kW atau setara 34 HP. Namun belum diketahui berapa kapasitas baterai yang digunakan dan berapa daya jangkaunya.

Harga Soal, Dongfeng FengGuang Mini EV di Cina dipasarkan dengan harga US$ 5.000 atau sekitar Rp 71 juta. Tapi di Indonesia kemungkinan dibanderol lebih dari Rp 100 juta.

Toyota Kijang Innova Listrik
Toyota Kijang Innova listrik diperkenalkan di Indonesia dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 dan sempat menjadi pusat perhatian pengunjung pameran tersebut.

Munculnya Kijang Innova EV pun menjadi terobosan dari prinsipal untuk menghadirkan produk elektrik murni dari segmen MPV. Sedangkan segmen MPV inilah yang merupakan pasar paling gemuk di Indonesia.

Belum banyak bocoran soal spesifikasi Innova listrik ini, namun diketahui mobil keluarga ini akan dibekali baterai 60 kWh. Prototipe Kijang Innova listrik yang dipamerkan masih dari basis Kijang Innova Reborn tipe Venturer.

Soal harga, Jika mengacu Permenperin No.6/2022 tentang Peta Jalan dan Spesifikasi Kendaraan Bermotor Listrik, manufaktur terhadap baterai yang merupakan bagian komponen utama memiliki perhitungan tersendiri.

Untuk manufaktur komponen pendukung dan komponen utama masing-masing memiliki bobot 10 dan 50 persen (pada 2024 dan seterusnya menjadi 58 persen). Sementara komponen baterai yang masuk dalam klasifikasi komponen utama, bobot yang ditetapkan sebesar 30 persen ( hingga 2024) dan seterusnya 35 persen.

Sehingga jika merujuk peraturan tersebut, maka Innova BEV juga harus mengeluarkan ongkos produksi tambahan untuk memiliki teknologi baterai. Hitungan kasar dari harga Innova dengan mesin ICE saat ini yang berkisar Rp 355 juta- Rp 480 juta, maka harga Innova EV bisa berkisar Rp 455 juta-Rp 580 juta.

Toyota bZ4X
PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan akan memasarkan mobil listrik di Indonesia tahun ini. Mungkin salah satu model yang diluncurkan tersebut adalah Toyota bZ4X. Mobil listrik ini sendiri sudah tiba di Indonesia untuk dijadikan mobil resmi delegasi KTT G20 di Bali.

TAM memboyong sebanyak 143 unit bZ4X dari Jepang dalam bentuk completely build up (CBU). Mobil listrik ini dibekali baterai Lithium-ion 355 Volt berkapasitas 71,4 kWh yang mampu menjangkau jarak maksimal 500 km untuk model berpenggerak roda depan (FWD) dan 460 km untuk model berpenggerak semua roda (AWD).

Soal harga, All New Toyota bZ4X FWD dibanderol dengan harga JPY 6.000.000 atau sekitar Rp 672 juta. Sementara untuk model 4WD dipasarkan dengan harga JPY 6.500.000 atau sekitar Rp 728 juta.

BMW iX dan i4
Pabrikan mobil mewah Jerman BMW siap memproduksi seri kendaraan listrik terbarunya SUV iX dan i4 sebagai bagian dari upayanya untuk mengambil peran di pasar kendaraan listrik global. Sport Activity Vehicle (SAV) listrik yang diklaim memiliki interior lapang dan mewah akan dirilis ke pasar di tahun ini, yang kemungkinan akan dilakukan di GIIAS 2022.

BMW iX akan diluncurkan dengan dua pilihan model varian. Keduanya dilengkapi dengan sistem penggerak semua roda listrik, dengan output gabungan 385 kW/523 hp di BMW iX xDrive50 (konsumsi daya listrik yang digabungkan dalam siklus WLTP: 23,0 – 19,8 kWh/100 km; emisi CO2: 0 g/km ) dan 240 kW/326 hp di BMW iX xDrive40 (konsumsi daya listrik yang digabungkan dalam siklus WLTP: 22,5 – 19,4 kWh/100 km [62 mil]; Emisi CO2: 0 g/km).

Efisiensi teknologi penggerak yang dipasangkan dengan teknologi sel baterai terbaru menghasilkan rentang perhitungan WLTP hingga 630 kilometer (391 mil) di BMW iX xDrive50 dan hingga 425 kilometer di BMW iX xDrive40, kata BMW dalam pernyataan resminya.

Menyusul kemudian bergabung ke line-up adalah BMW iX M60 (konsumsi daya listrik yang digabungkan dalam siklus WLTP: 21,6 kWh/100 km [62 mil]; emisi CO2: 0 g/km) dengan output maksimum lebih dari 440 kW/600 hp yang dijamin pengalaman berkendara all-electric yang sangat sporty.

Suspensi udara dua gandar dengan dikontrol secara elektronik, Kemudi Aktif Integral, dan rem Sport semuanya dapat di daftar opsi. Sebagai alternatif velg alloy ringan 20 inci standar, ada pilihan Air Performance Wheels 21 inci dan 22 inci.

BMW iX xDrive50 mencatat akselerasi 0 hingga 100 km/jam dalam 4,6 detik, sedangkan BMW iX xDrive40 mencapai angka yang sama dari keadaan diam dalam 6,1 detik.

Sementara i4 yang juga dirilis November mendatang, hadir juga dalam dua varian model: BMW i4 M50 (gabungan konsumsi daya listrik: 24 – 19 kWh/100 km dalam siklus WLTP; Emisi CO2 0 g/km)--yang pertama performa mobil listrik murni dari BMW M GmbH, dengan 400 kW/544 hp.

Dengan penggerak semua roda, iX M50 memiliki jangkauan hingga 510 kilometer dalam siklus WLTP, sedangkan BMW i4 eDrive40 (gabungan konsumsi daya listrik: 20 – 16 kWh/100 km [62 mil] dalam siklus WLTP; Emisi CO2 von 0 g/km) dengan 250 kW/340 hp, penggerak roda belakang klasik, berjangkauan 590 km.

BMW i4 M50 juga dilengkapi suspensi M adaptif model spesifik, kemudi sport variabel, sistem pengereman M Sport dan velg memasang M light-alloy (hingga 20 inci).
Teknologi BMW eDrive generasi kelima dengan unit motor listrik, elektronika daya dan transmisi yang terintegrasi serta teknologi sel baterai terbaru.

BMW i4 M50 dengan Sport Boost untuk pengiriman daya ultra-dinamis dari dua motor listrik dengan output puncak dan sistem torsi maksimum 795 Nm. Akselerasi 0 hingga 100 km/jam dalam 3,9 detik. Untuk BMW i4 eDrive40 dengan sistem torsi maksimum 430 Nm, berakselerasi 0 – 100 km/jam dalam 5,7 detik.

Soal harga, mobil ini terdaftar dalam situs NJKB Samsat DKI Jakarta dengan besaran NJKB Ro 1,374 untuk iX dan Rp 1,414 miliar untuk i4. Harga tersebut bukanlah harga pasti karena masih akan ditambahkan dengan sejumlah pajak dan margin keuntungan. 

Baca: TAM Bawa Tiga Brand Sekaligus di GIIAS 2022

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.






Inden Hyundai Ioniq 5 Capai 1,5 Tahun, SPK Sudah 5.000 Unit

11 jam lalu

Inden Hyundai Ioniq 5 Capai 1,5 Tahun, SPK Sudah 5.000 Unit

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengonfirmasi bahwa pemesanan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 sudah mencapai 5.000 unit.


34 Bus Listrik Bekas KTT G20 Bakal Beroperasi di Surabaya

13 jam lalu

34 Bus Listrik Bekas KTT G20 Bakal Beroperasi di Surabaya

Kementerian Perhubungan (Kemenhbu) telah mengirimkan bus listrik bekas Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 ke Kota Surabaya.


Toyota Bakal Luncurkan Mobil Listrik Baru Tahun Depan, Model Apa?

14 jam lalu

Toyota Bakal Luncurkan Mobil Listrik Baru Tahun Depan, Model Apa?

PT Toyota Astra Motor (TAM) akan menghadirkan lebih banyak mobil listrik di tahun depan. Kira-kira model apa saja yang bakal dihadirkan?


Mercedes-Benz Perkenalkan Dealer Khusus Kendaraan Listrik di Jepang

19 jam lalu

Mercedes-Benz Perkenalkan Dealer Khusus Kendaraan Listrik di Jepang

Mercedes-Benz memasarkan lima model kendaraan listrik di Jepang yakni EQA EQB, EQC, EQE, dan EQS.


Pemerintah Wanti-wanti Ekspansi Kendaraan Listrik Impor

19 jam lalu

Pemerintah Wanti-wanti Ekspansi Kendaraan Listrik Impor

Pemerintah melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mewanti-wanti agar Indonesia tidak menerima ekspansi kendaraan listrik impor.


Mercedes-Benz Masih Menghadapi Krisis Chip Semikonduktor

20 jam lalu

Mercedes-Benz Masih Menghadapi Krisis Chip Semikonduktor

Mercedes-Benz Indonesia memperkirakan krisis chip semikonduktor global masih akan berlanjut hingga tahun depan. Sejumlah model terdampak.


Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Berapa Banyak Populasinya di Indonesia?

1 hari lalu

Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Berapa Banyak Populasinya di Indonesia?

Hyundai Indonesia resmi menghentikan penjualan Ioniq Electric. Setelah dua tahun berkiprah di Indonesia, seberapa laku mobil listrik ini?


Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Bagaimana Nasib Kona EV?

1 hari lalu

Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Bagaimana Nasib Kona EV?

Lantas, dengan disuntik matinya Ioniq Electric, apakah penjualan mobil Kona EV juga akan dihentikan? Simak informasi lengkapnya di sini!


Mercedes-Benz EQS dan EQE Mengaspal di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,2 Miliar

1 hari lalu

Mercedes-Benz EQS dan EQE Mengaspal di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,2 Miliar

Wall charger mobil listrik Mercedes-Benz EQS dan EQE dijual terpisah, seharga Rp 38 juga hingga Rp 50 juta.


Investasi Perusahaan Kendaraan Listrik Tembus Rp 1,92 Triliun, Menperin: Masih Perlu Kita Dorong

2 hari lalu

Investasi Perusahaan Kendaraan Listrik Tembus Rp 1,92 Triliun, Menperin: Masih Perlu Kita Dorong

Menteri Perindustrian mengatakan ada 25 ribu unit kendaraan listrik yang sudah teregistrasi hingga September 2022.