Kenali Bahaya Menggunakan Alat Penghemat BBM Kapasitor

Reporter

Editor

Nurhadi

Ilustrasi - Inovasi. Formula penghemat BBM ciptaan mahasiswa UB. dok. SHUTTERSTOCK KOMUNIKA ONLINE

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, solar, dan Pertamax sejak Sabtu, 3 September 2022. Kenaikan tersebut berdampak besar pada masyarakat di sektor transportasi. 

Akibatnya, hampir semua masyarakat yang memiliki kendaraan melakukan berbagai upaya untuk menekan penggunaan BBM. Untuk mengakalinya, beberapa pemilik kendaraan menggunakan alat penghemat BBM agar konsumsi kendaraannya lebih irit. 

Ada banyak alat penghemat BBM yang dapat digunakan, salah satunya alat berjenis kapasitor pada kendaraan mobil. Mengutip Auto 2000, kapasitor berfungsi sebagai alat penyeimbang daya listrik yang disalurkan pada seluruh komponen atau perangkat mobil. 

Bila ingin memasang kapasitor pada kendaraan, Anda perlu mempertimbangkannya matang-matang. Meski dapat menghemat bensin kendaraan, penggunaan alat ini ternyata bisa juga menimbulkan risiko terhadap kendaraan. Bahkan risiko paling parah bisa membuat mobil terbakar karena adanya korsleting di sistem kelistrikan mobil.

Mengutip laman suzuki.co.id, bila kondisi kelistrikan di dalam mobil mati atau off, memang aman untuk memasang alat apa pun. Namun, jika alat yang dipasang itu adalah kapasitor penghemat bahan bakar yang menyimpan daya, akan sangat berisiko untuk panas. Terlebih bila keadaan pintu-pintu kendaraan tertutup, ini bisa memicu terjadinya kebakaran.

Kebakaran bisa terjadi lantaran alat penghemat bahan bakar tersebut terpasang menuju ke lighter. Karena arus listriknya tak stabil, akhirnya menimbulkan panas. Ditambah lagi di sisinya banyak material terbuat dari plastik yang sangat berpotensi terbakar.

Selanjutnya, hindari pemasangan alat penghemat BBM atau kapasitor di area mesin kendaraan. Karena pemasangan di area mesin ini sangat tak aman dan tidak dianjurkan sama sekali. 

Meski pemasangan penghemat BBM di area mesin tak aman, itu bukan berarti memasang di dalam kabin kendaraan menjadi aman.  Alat-alat jenis ini pada bagian dalamnya terdapat kumpulan kapasitor yang keadaannya menyala terus, yang apabila kualitasnya tak bagus, bisa berisiko meledak. Ini yang bisa memicu terjadinya kebakaran.

Karena itu dianjurkan bagi Anda yang memiliki mobil supaya tak sembarang memasang alat apa pun, termasuk penghemat bahan bakar, mengingat risikonya tinggi. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke bengkel-bengkel resmi supaya aman. 

KAKAK INDRA PURNAMA

Baca juga: BBM Bakal Naik, Berikut 5 Cara Menghemat Bahan Bakar 






Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga BBM ke Inflasi Lebih Rendah dari Perkiraan, Kenapa?

20 jam lalu

Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga BBM ke Inflasi Lebih Rendah dari Perkiraan, Kenapa?

Kementerian Keuangan mengatakan, pengaruh kenaikan harga BBM pada awal September 2022 ternyata tidak seburuk perkiraan sebelumnya.


Pertalite Dinilai Makin Boros Usai Harga BBM Naik, Ini Hasil Pengujian Lemigas

21 jam lalu

Pertalite Dinilai Makin Boros Usai Harga BBM Naik, Ini Hasil Pengujian Lemigas

Pemerintah telah meminta Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) atau Lemigas untuk melakukan pengujian mutu BBM Pertalite.


ESDM Uji Sampel BBM Usai Pertalite Disebut Boros, Apa Hasilnya?

1 hari lalu

ESDM Uji Sampel BBM Usai Pertalite Disebut Boros, Apa Hasilnya?

Dari pengujian sampel BBM Pertalite di enam SPBU di Jakarta, didapati hasil bahwa bahan bakar sudah memenuhi standar dan mutu bensin RON 90.


Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

2 hari lalu

Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

Komoditas utama penyumbang inflasi September adalah harga BBM, beras dan angkutan dalam kota.


Erick Thohir Kembali Tunjuk Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

3 hari lalu

Erick Thohir Kembali Tunjuk Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

RUPS PT Pertamina (Persero) telah mengukuhkan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina untuk periode kedua.


Demo Buruh Mundur ke Tanggal 12 Oktober, Ini Alasan KSPI

3 hari lalu

Demo Buruh Mundur ke Tanggal 12 Oktober, Ini Alasan KSPI

Serikat buruh kembali menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 12 Oktober 2022.


Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

5 hari lalu

Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

Kemendag memastikan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah secara umum masih terkendali setelah kenaikan harga bahan bakar minyak.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

5 hari lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.


Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

5 hari lalu

Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

Indef memperkirakan tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen pada September 2022 mencapai 1,45 persen secara bulanan (month to month/mtm).


Tips Keuangan Agar Tetap Tegar Menghadapi Efek Domino dari Kenaikan BBM

5 hari lalu

Tips Keuangan Agar Tetap Tegar Menghadapi Efek Domino dari Kenaikan BBM

Pada bulan awal September kemarin, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.