Michael Schumacher Terancam Bangkrut?  
Reporter: Tempo.co
Editor: Dewi Rina Cahyani
Senin, 15 Desember 2014 06:48 WIB
Mantan pebalap F1, Michael Schumacher. AP/Shizuo Kambayashi
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pembalap F1 asal Jerman, Michael Schumacher, terancam bangkrut. Pria berusia 45 tahun ini bakal kehilangan pendapatan setelah sejumlah merek, seperti Navyboot dan Jet Set, berencana memutus kontraknya. Schumacher, yang mengalami koma karena kecelakaan ski, diperkirakan bakal kehilangan pendapatan sekitar 4 juta pound sterling atau sekitar Rp 79 miliar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dikutip dari situs Dailymail, kontrak dihentikan karena kondisi Schumacher yang tak kunjung pulih. Dia masih belum sadar dari koma akibat kecelakaan ski beberapa bulan lalu.

Juru bicara Philippe Gaydoul, pemilik merek fashion Navyboot dan Jet Set, mengatakan kontrak Schumacher diakhiri karena dia tidak dapat kembali bekerja. Sementara itu, perusahaan air minum dalam kemasan asal Jerman, Rosbacher, dilaporkan juga membatalkan kontrak Schumacher.

Schumacher mengalami kecelakaan ketika bermain ski di Pegunungan Alpen, Prancis,yang mengakibatkan luka berat di bagian kepala. Dia terlempar sejauh 34 meter dengan kepala menghantam batu saat mendarat. Schumacher pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Moutiers sebelum kemudian dipindahkan ke CHU Grenoble, sekitar 80 kilometer dari rumah sakit awal, rumah sakit yang lebih besar yang khusus menangani cedera kepala.

Pembatalan kontrak terpaksa dilakukan. Di satu sisi, para sponsor harus mengejar keuntungan ekonomi untuk mencapai target perusahaan. Namun, di sisi lain, keputusan tersebut sulit dilakukan lantaran Schumacher masih bergulat dengan cedera dan membutuhkan biaya untuk pengobatan.

ODELIA SINAGA

Berita TerpopulerIndonesia Dukung Cina Permalukan Amerika SerikatInggris Bakal Buka Kantor Kedutaan di SurabayaCina Debat Amerika di Konferensi Perubahan IklimPengurangan Emisi di Indonesia Jadi Kiblat Dunia  Pencuit Akun Twitter ISIS Ditangkap di India  

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi