Honda Main Diskon Tinggi dan Tenor Pinjaman Diperpanjang  

Kamis, 12 Januari 2017 | 17:30 WIB
Honda Main Diskon Tinggi dan Tenor Pinjaman Diperpanjang  
REUTERS/Issei Kato

TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan di dunia otomotif mendesak manufaktur putar otak untuk memasarkan produknya. Potongan harga tinggi dan kredit jangka panjang bagi konsumen menjadi pilihan menggaet penjualan.

Sales Chief Honda Motor Co. Amerika Serikat melihat bahwa para perusahaan otomotif akan menjual 1,5 juta unit lebih sedikit pada tahun lalu dan laba perusahaan terpangkas jika mereka tidak menambah kredit jangka panjang.

BacaHarga Mobil Toyota dan Honda Naik pada 2017

Executive Vice President Honda John Mendel mengungkapkan, para produsen yang mengandalkan diskon untuk mendorong penjualan mereka bahkan telah memangkas nilai jual kendaraan mereka. Mendel juga menyatakan bahwa pengiriman 1,6 juta unit milik Honda dialokasikan untuk pasar retail.



”Saya tidak menyatakan bahwa penjualan tidak menguntungkan, tapi menguntungkan bagi siapa?,” kata Mendel dalam Automotive News World Congress. “Tentu saja bukan (menguntungkan) bagi konsumen.”

BacaWah, Penjualan Suzuki Naik 64%

Sejumlah tawaran diskon di masa liburan memang telah meningkatkan penjualan kendaraan di pasar AS hingga 17,55 juta unit mobil serta jenis truk kecil selama periode 2016, yang merupakan rekor sekaligus peningkatan penjualan tahunan yang ketujuh kalinya berturut-turut.

Di lain pihak, para investor terkadang fokus pada apakah sejumlah strategi penjualan tersebut akan memangkas laba perusahaan.

Tidak hanya itu, kredit jangka panjang juga menjadi salah satu strategi para perusahaan untuk menarik minat para konsumen. Seperti dari jumlah kredit kendaraan di AS saat ini telah diperpanjang hingga 72 bulan dan rasio tersebut diperkirakan dapat melonjak hingga 60 persen dalam beberapa tahun mendatang.

”Saat kredit kendaraan memiliki tenor yang terlalu panjang hingga 84 atau 96 bulan, maka akan berdampak cukup signifikan terhadap bisnis kami,” ujar Mendel.

BISNIS.COM