Penjualan Motor Lesu, Kawasaki Minta Kredit Diperlunak

Senin, 17 April 2017 | 18:14 WIB
Penjualan Motor Lesu, Kawasaki Minta Kredit Diperlunak
Kawasaki Ninja 250R, motor sport terlaris di tahun 2016. swa.co.id

TEMPO.CO, Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia meminta kepada seluruh perusahaan pembiayaan untuk memperlunak syarat dan proses penyaluran kredit sepeda motor.

Dukungan perusahaan pembiayaan diyakini akan mampu mendongkrak laju penjualan kendaraan bermotor roda dua yang terus menurun sejak beberapa bulan terakhir.

"Stimulus yang kami butuhkan dukungan dari perusahaan pembiayaan. Agar ada kemudahan di tengah melemahnya daya beli ini," kata Head of Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia Michael Tjandra Tanadi, Senin, 17 April 2017.



BacaHonda Supra GTR150 Punya Warna Baru, Ini Harganya



Penjualan kendaraan bermotor roda dua memang belum menunjukkan kebangkitan. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total distribusi di pasar domestik bulan lalu hanya 473.896 unit.

SimakKTM Luncurkan Dua Model Motor Adventure di Malaysia, Ini Harganya

Capaian tersebut turun 18,87 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu yakni 563.341 unit. Adapun secara kumulatif, penjualan pada kuartal I/2017 mencapai 1,40 juta unit, turun sekitar 7,34 persen dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2016 yang sebanyak 1,50 juta unit.

Lihat jugaIsuzu Siapkan Panther Baru, Ini Jadwalnya

Menurut Tjandra, pelaku bisnis kendaraan memerlukan bantuan dari perusahaan pembiayaan untuk memacu penjualan. "Kalau ditanya penjualan turun karena apa? Jawabannya daya beli masih lemah. Perlu bantuan finance."

Dari lima perusahaan sepeda motor yang merakit produknya di dalam negeri, tercatat hanya PT Suzuki Indomobil Sales yang berhasil menunjukkan perbaikan. Penjualan Suzuki naik dari 5.085 unit pada Maret tahun lalu menjadi 8.600 pada Maret 2017.

Sementara itu, PT Honda Prospect Motor turun dari 440.171 unit pada Maret 2016 menjadi 358.524 unit pada Maret 2017, PT Kawasaki Motor Indonesia turun dari 9.482 unit menjadi 8.601 unit, PT TVS Motor Company Indonesia jeblok dari 187 unit menjadi 131 unit, dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing merosot dari 108.416 unit menjadi 98.040 unit.

BISNIS.COM