Moge Tunggu Konsumen Kelas Menengah Jadi Premium

Jum'at, 12 Mei 2017 | 22:00 WIB
Moge Tunggu Konsumen Kelas Menengah Jadi Premium
Pengunjung melihat salah satu motor gede (moge) custom asal Amerika Serikat Big Bear Choppers yang dipamerkan dalam acara Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2016 di Kemayoran, Jakarta, 11 April 2016. Motor-motor ini dijual dengan range harga dari Rp 700 juta hingga Rp 1,5 miliar. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) optimistis pasar motor gede (moge) atau kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin di atas 251 cc akan terus meningkat di dalam negeri.

Ada sejumlah faktor yang menguatkan optimisme pelaku industri ini. Pertama perbaikan ekonomi. Sejalan dengan kondisi ekonomi makro yang membaik, daya beli masyarakat kelas atas akan turut terkerek dan akan memicu konsumsi kendaraan jenis ini.

"Moge ini, kan pasarnya unit. Yang mengkonsumsi segmen premium itu ada saja, apalagi kalau menyasar hobi," kata Wakil Ketua AISI Hari Budianto hari ini, Jumat, 12 Mei 2017.

BacaJeep dan Harley Davidson Perkuat Kolaborasi





Faktor kedua adalah adanya fenomena peralihan. Dia menjelaskan, perbaikan kondisi ekonomi akan menyebabkan peralihan konsumsi kendaraan, dari yang sebelumnya kelas menengah menjadi kelas premium.

Hari mencontohkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara di mana penggunaan moge mulai lebih marak. "Kalau penghasilan masyarakat sudah baik yang laku malah moge. Kita dalam tahap menunggu waktu untuk peralihan itu," ujarnya.

Head of Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia Michael Tjandra Tanadi berpendapat, stagnasi penjualan moge lebih disebabkan karena faktor politik. "Faktor politik itu membuat konsumen kurang percaya diri. Kegaduhan berdampak pada penundaan pembelian sepeda motor baru," katanya.

LihatHarley Davidson Rilis Street Rod, Seperti Ini Ketangguhannya



Sejak akhir tahun lalu, Jakarta tengah diributkan dengan permasalahan politik. Sejumlah demonstrasi digelar oleh sekelompok masyarakat yang berasal dari sejumlah daerah. Tak hanya psikologi masyarakat, kondisi ini diklaim mengganggu aur distribusi kendaraan.

Secara umum Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala meyakini pasar kendaraan bermotor akan terus meningkat pada tahun ini. Meskipun secara wholesale distribusi terbilang turun, namun menurutnya pasar ritel telah mulai menggeliat. "April lalu kondisinya sudah baik. Penurunan terjadi pada Februari karena memang hari kerja yang pendek," ujarnya.

Berdasarkan data AISI, penjualan moge pada bulan lalu tercatat sebanyak 82 unit, terbilang stagnan dibandingkan capaian pada bulan yang sama tahun lalu yakni sebanyak 80 unit. Bulan lalu, secara total, distribusi di pasar domestik tercatat hanya sebanyak 388.045 unit. Capaian tersebut turun sebesar 18,82 persen dibandingkan torehan pada bulan sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 478.036 unit.

BISNIS.COM