Tahun 2030, Warga Vietnam Ucapkan Selamat Tinggal untuk Motor
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Senin, 10 Juli 2017 18:20 WIB
Seorang wanita membawa setumpuk keranjang bambu di atas motornya. Di Vietnam, motor menjadi alat transportasi utama warga sehari-hari. Dailymail.co.uk
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Vietnam beberapa waktu lalu telah menyetujui rencana untuk melarang peredaran sepeda motor di Hanoi pada 2030 mendatang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca: Yamaha Glorious, Skuter Cantik dari Vietnam Seperti dikutip dari Reuters, kebijakan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk mengatasi kemacetan dan menekan pencemaran udara. Rencananya, pemerintah akan melakukan penghapusan secara bertahap untuk kota-kota tertentu.

Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan penjualan kendaraan di negara tersebut menunjukkan tren positif.

Dari data yang dirilis Vietnam Association of Motorcycle Manufactures, pada tahun 2016 penjualan sepeda motor di negara tersebut sebanyak 3,12 juta unit. Angka tersebut naik sebesar 9,5 persen  dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Tercatat ada 5 perusahaan yang merakit dan memasarkan produknya di negara tersebut, yakni Honda Vietnam Co. Ltd., Piaggio Vietnam Co. Ltd., Vietnam Suzuki Corporation, SYM Vietnam Company, dan Yamaha Motor Vietnam Co. Ltd.

Baca: Kemudahan Berusaha, Darmin Penasaran dengan Vietnam Vietnam juga merupakan salah satu negara tujuan ekspor sepeda motor rakitan Indonesia. Bahkan, salah satu perusahaan otomotif nasional telah mendirikan pabrik komponen di negara tersebut.

GRANDY AJI|SETIAWAN ADIWIJAYA

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi