Meski Buatan Dalam Negeri, Mengapa Harga Mobil Tak Turun Drastis

Selasa, 11 Juli 2017 | 07:00 WIB
Meski Buatan Dalam Negeri, Mengapa Harga Mobil Tak Turun Drastis
Mobil Mitsubishi XM Concept yang dipamerkan dalam acara Indonesia Internasional Motor Show 2017 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, 28 April 2017. Mobil Mitsubishi XM Concept menggunakan kolaborasi grill hitam yang disandingkan dengan 2 lampu housing lampu LED. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro menceritakan perhitungan mengapa mobil buatan dalam negeri harganya tak terpaut jauh dengan versi buatan luar negeri alias completely built up (CBU).

Irwan mencontohkan, harga mobil All New Pajero Sport yang diproduksi di dalam negeri belum tentu harganya turun drastis. Menurut dia, ada perhitungan bisnis tersendiri yang dipengaruhi banyak komponen pembentuk harga.

BacaNama XM Concept Bocor di Internet, Mitsubishi Malah Senang

“Mobil dirakit di dalam negeri juga tergantung kandungan lokalnya, kalau merakit saja secara cost sebetulnya tidak signifikan (turunnya), kecuali kandungan lokalnya besar,” kata Irwan Kuncoro dalam kunjungan ke kantor Tempo, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan, Senin, 7 Juli 2017.



Irwan menuturkan untuk bisa menambah kandungan lokal dalam sebuah produk kendaraan dibutuhkan volume pasar yang besar. Namun, penambahan volume yang akan mengurangi harga tersebut harus mempertibangkan kebutuhan pasar. Bagaimana jika harga banyak dikurangi tapi volume begitu banyak tapi tak bisa diserap oleh pasar.

Ia mencontohkan segmen medium SUV produksi Mitsubishi seperti Pajero Sport. Pajero Sport buatan dalam negeri memiliki kandungan lokal sebesar 25 persen karena itu penurunan harganya tidak akan signifikan.

Hal ini berbeda dengan produk Low MPV XM Concept yang akan diluncurkan di Agustus nanti, di mana memiliki kandungan lokal 65 persen. “Karena volumenya besar (pasar segmen small MPV) jadi tercover (costnya),” ujarnya.

Menurut Irwan, pangsa pasar Pajero Sport tidak sebesar kendaraan-kendaraan SUV. “Marketnya tidak sebesar itu, kuncinya di situ. Skala ekonomisnya besar (MPV), bisa ketutup dengan volume.”

LihatMenerka Nama Pasar Mitsubishi XM Concept

Meski begitu, Irwan melihat ada banyak keuntungan kendaraan diproduksi di dalam negeri. Ia melihat dari sisi suplai ada fleksibilitas jika ingin menambah produksi ketika ada lonjakan permintaan. “Kalau impor kan tidak cepat kalau mau nambah suplai, pengaturannya juga dalam negeri,” ujarnya.

Head of Sales and Marketing Group PT MMKSI Imam Choeru Cahya mengatakan, ada substitusi dalam kendaraan Pajero. Penurunan cost akibat dibuat dalam negeri dan kandungan lokal disubtitusikan ke penambahan fitur kendaraan tersebut.

Produk Pajero Sport mulai diproduksi di Cikarang. Produk yang merupakan salah satu andalan dari Mitsubishi memiliki kandungan lokal sebesar 25 persen. Mitsubishi juga akan memproduksi di dalam negeri produk XM Concept yang akan dilaunching di GIIAS 2017 nanti. Produk small MPV ini akan memiliki kandungan lokal sebesar 65 persen.

DIKO OKTARA