Tiga Mobil Ini Panaskan Segmen SUV Medium

Senin, 17 Juli 2017 | 19:30 WIB
Tiga Mobil Ini Panaskan Segmen SUV Medium
(Dari Kiri) Assistant Large Project Leader of All New Honda CR-V Honda R&D Co., Ltd. Koji Hirano (kanan) bersama Presdir PT Honda Prospect Motor (HPM) Takehiro Watanabe, Senior Vice President Benawati Abas, Vice President Agus Budiman dan Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual Jonfis Fandy mengacungkan jempol saat meluncurkan All New Honda CR-V pada pameran mobil IIMS 2017 di Jakarta, 27 April 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan kendaraan di segmen Sport Utility Vehicle (SUV) medium semakin meriah dengan rencana masuknya All New Mazda CX-5 pada Agustus mendatang.

CX-5 akan bertarung dengan rival seperti Honda CR-V, Nissan X-Trail dan Mitsubishi Outlander. Atau bahkan, mengganggu pasar SUV bongsor yang dihuni Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Total penjualan di segmen SUV medium sepanjang Januari - Mei 2017 mencapai 25.068 unit. Angka ini turun cukup tajam dibanding penjualan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 32.391 unit.

Secara dimensi, CX-5, CR-V, dan X-Trail cukup bersaing. Honda CR-V terbaru dipasarkan mulai April 2017 dengan menawarkan dua pilihan mesin, yakni 2.0L dan 1.5L turbo. Dari data teknis yang ditawarkan Honda, mesin CR-V 1.5L Turbo mampu menghasilkan tenaga lebih besar dibanding mesin konvesional ber-cc lebih besar. Mesin 1.5L Turbo menghasilkan 190PS pada 5.600 rpm dan torsi puncak 24.8 Nm pada 2.000-5.000 rpm. 

Baca: Honda Optimistis Mampu Merebut Pasar SUV di Indonesia



Sementara, mesin 2.0L CR-V bertenaga 154PS pada 6.500 rpm dan torsi 19,4 Nm pada 4.300 rpm. Honda mengklaim, penggunaan turbo pada mesin kecil selain meningkatkan tenaga juga membuat konsumsi bahan bakar bisa ditekan.

Menariknya, CR-V generasi terbaru menawarkan kapasitas angkut yang lebih banyak yakni 7 penumpang.

Model ini mengalami penyegaran baik di eksterior maupun interior. Honda CR-V generasi kelima ini ditawarkan dalam tiga varian, yaitu All New Honda CR-V 2.0L seharga Rp 432 juta, All New Honda CR-V 1.5L Turbo Rp 466 juta, dan All New Honda CR-V 1.5L Turbo Prestige seharga Rp 506 juta. Di Indonesia, generasi pertama Honda CR-V meluncur pada tahun 2001, dan hingga Februari 2017 mencatat total penjualan sebanyak 173.500.

Direktur Marketing dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy kendaraan SUV, terutama Honda CR-V, telah menjadi favorit sejak perdana diluncurkan pada tahun 2001. “Munculnya kendaraan SUV dari APM lain tentu melahirkan lebih banyak pilihan kepada konsumen dan ini membuat persaingan di segemen SUV medium menjadi lebih menarik,” kata Jonfis kepada Tempo, Senin, 17 Juni 2017.

Untuk CR-V generasi terbaru, lanjut Jonfis, penjualannya cukup menggembirakan. Dua bulan pertama sejak diluncurkan, CR-V terjual 2.500 unit. Juni lalu perjualan CR-V Turbo naik hingga 90 persen. “Ya karena konsumen ingin mencoba mesin Turbo,” ujarnya. 

Simak: Penjualan Mitsubishi Outlander Sport Anjlok Hampir 50 Persen

Rival lain di segmen ini yang juga populer adalah Nissan X-Trial. Terakhir masuk Indonesia pada 2015, bertepatan dengan varian Hybrid, X-Trail juga menawarkan kapasitas 7 penumpang. X-Trail ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 404,5 juta hingga termahal versi hybrid sebesar Ro 645,85 juta.




Nissan X-Trail. Dok. Nissan

General Manager Marketing Strategy and Communication Division PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin mengatakan persaingan di kelas SUV medium memang sangat ketat karena semua model adalah produk yang bagus dan punya pasar tersendiri. “Sejauh ini, X-Trail punya performa yang bagus karena market share sekitar 25 persen,” kata Budi.

Konsumen, lanjut Budi, sebenarnya memilih kendaraan SUV lebih kepada kebutuhan. Kendaraan 7 penumpang dipilih karena mungkin mampu mengakomodasi penumpang lebih banyak. Sebaliknya, mereka yang memilih SUV 5 penumpang karena menginginkan kepraktisan. “Jadi SUV 7 seater itu lebih menjadi nilai tambah yang bisa dinikmati konsumen,” ujarnya.

Simak: Mesin Mazda CX-5 Terbaru Lebih Bertenaga

Khusus untuk Nissan X-Trail, lanjut Budi, penjualannya stabil di angka 3.500 per tahun. Varian tertinggi bermesin 2.5L menjadi yang terlaris dengan kontribusi penjualan sekitar 80 persen. “Ini wajar karena konsumen di segmen ini memang ingin kendaraan dengan fitur terlengkap. Jadi biasanya varian termahal memang yang lebih laku,” tuturnya.

Satu lagi SUV yang akan meramaikan pasar ini adalah All New Mazda CX-5. Model ini mengalami setidaknya 600 penyegaran pada eksterior maupun interior. Presiden Direktur PT Eurokars Motor Indonesia Roy Arman Arfandy cukup optimistis dengan kehadiran All New Mazda CX-5, meski SUV ini hanya mampu menampung 5 penumpang. “Sejauh ini pasar Mazda CX-5 cukup bagus di Indonesia dan kami yakni model terbaru ini akan diterima konsumen dengan baik seperti model-model sebelumnya,” ujar Roy di Bali, Kamis, 14 Juli 2017.

All New Mazda CX-5. TEMPO/Wawan Priyanto.

All New Mazda CX-5 ditawarkan dalam dua tipe yakni Grand Touring (GT) dan Elite. Tipe Elite menjadi yang tertinggi dengan sejumlah kelebihan dibanding tipe GT. Menurut Roy, tipe tertinggi CX-5 menjadi tipe terlaris karena konsumen Mazda menginginkan kemewahan dan kelengkapan fitur pada tipe tertinggi. "Jadi bukan karena harga. Konsumen kami mengetahui betul harga yang dibayarkan dengan kemewahan yang didapatkan," tuturnya.

Roy menambahkan, saat ini Indonesia hanya akan mendapatkan kuota sebanyak 600-700 unit CX-5 yang didatangkan langsung dari Jepang. Mazda CX-5 dibekali mesin berteknologi SkyActiv berkapasitas 2.5L, 4 silinder. Mesin ini bertenaga 190PS pada 6.000 rpm dan torsi 251Nm pada 3.250 rpm. Tenaga dan torsi ini meningkat 3PS dan 1NM dibanding model sebelumnya.

Simak: Mobil-mobil Jagoan Baru di Tahun Ayam Api

CX-5 ditawarkan dalam dua pilihan tipe yakni Grand touring (GT) dan Elite, dengan pilihan warna antara lain Soul Red Crystal Metallic, Machine Grey Metallic, serta Jet Black Mica, Meteor Grey Mica, Sonic Silver Metallic, dan Snow Flake White Pearl Mica.

Soal harga, Direktur Sales, Marketing, dan PR PT EMI Ricky Thio belum bisa memberikan kepastian. Menurutnya, EMI saat ini masih menghitung secara pasti harga yang akan diumumkan bertepatan dengan hari peluncuran mendatang. "Maaf, kami masih mendiskusikan dan mengkalkulasi harga yang ideal untuk CX-5," kata Ricky.

Ricky menambahkan, tren SUV yang semakin populer di Indonesia cukup menopang penjualan Mazda secara keseluruhan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penjualan yang diraih Mazda CX-3 pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) lalu. Mazda CX-3 menjadi yang terlaris kedua setelah Mazda2. "Pasar SUV masih akan terus berkembang," ujarnya.

Model ini telah diluncurkan di Filipina beberapa waktu lalu. Di sana, CX-5 bermesin 2.5L dijual dengan harga setara Rp 500 jutaan.

WAWAN PRIYANTO