GIIAS 2017: Sengit di Segmen Low MPV, Apa Saja yang Bertarung?

Selasa, 08 Agustus 2017 | 08:30 WIB
GIIAS 2017: Sengit di Segmen Low MPV, Apa Saja yang Bertarung?
New Suzuki Ertiga Diesel Hybrid resmi diluncurkan untuk pasar Indonesia, U-Thai Restaurant, Jakarta Selatan, 7 Februari 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Show (GIIAS) yang diselenggarakan pada 10-20 Agustus 2017 di ICE, BSD City, Tangerang, akan diramaikan dengan peluncuran mobil-mobil baru. Di antaranya adalah Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero S.

Dua model tersebut mengisi segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) bersama Toyota Avanza, Honda Mobilio, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga. Wuling Confero S bisa dibilang sebagai pendatang baru dengan harga di bawah rata-rata kompetitor. 

Suzuki Ertiga Diesel Hybrid. TEMPO/Wawan Priyanto. 

Harga Confero S termurah Rp 128,8 juta, lebih rendah dari mobil Low Cost Green Car (Toyota Calya tipe terendah Rp 135,1 juta). Apalagi dibandingkan dengan harga Toyota Avanza yang dimulai dari Rp 190,2 juta atau Suzuki Ertiga termurah Rp 186 juta. Sedangkan Mitsubishi Xpander akan ditawarkan pada kisaran harga mulai dari Rp 189 jutaan. 

Baca: GIIAS 2017, Toyota Akan Tampilkan Mobil Edisi Terbatas



Lantas bagaimana peta persaingan di kelas ini? Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari hingga Mei 2017 menyebutkan Toyota Avanza memimpin penjualan dengan 56.484 unit. Honda Mobilio di tempat kedua sebanyak 21.771 unit, lalu disusul Daihatsu Xenia (16.882 unit), dan Suzuki Ertiga (15.182 unit). Jika dirata-rata penjualan perbulan, Toyota Avanza laku 11,296 unit, Honda Mobilio (4.354 unit), Daihatsu Xenia (3.376 unit), dan Suzuki Ertiga (3.036 unit). 

Direktur Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Saputra mengatakan bahwa market di segmen Low MPV akan semakin luas dengan kehadiran produk-produk baru. Ia pun optimistis Ertiga memiliki konsumen loyal yang sudah terbentuk sejak lama. "Suzuki Ertiga tetap menjadi back bone penjualan kami," kata Dony di Menteng, Jakarta, Senin, 7 Agustus 2017. 

Simak: GIIAS 2017, BMW Indonesia Tampilkan 21 Kendaraan

Susanto Winarto, 4W National Sales Head SIS, menambahkan bahwa di GIIAS 2017 Suzuki memiliki penawaran menarik untuk konsumen. Khususnya yang ingin membeli Suzuki Ignis dan Suzuki Ertiga. "Kami tawarkan DP ringan mulai dari Rp 13 juta hingga cicilan ringan mulai Rp 50 ribu per hari. Penawaran ini hanya berlaku di GIIAS 2017," ujarnya. 

Toyota Avanza Veloz. TEMPO/Praga Utama. 

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kehadiran produk-produk LMPV berharga murah justru menguntungkan konsumen. "Artinya konsumen memiliki pilihan lebih banyak lagi," ujarnya. 

Selama ini, lanjut dia, Toyota memiliki pengalaman yang baik dalam menyambut kompetitor-kompetitor Toyota Avanza. Mulai dari Honda Mobilio hingga Suzuki Ertiga. Munculnya kompetitor-kompetitor itu tak lantas membuat penjualan Avanza anjlok. "Penjualan Avanza (kini) cukup stabil di kisaran 11 ribu unit," katanya. 

Honda Mobilio. TEMPO/Wawan Priyanto. 

Toyota Avanza merupakan mobil Low MPV terlaris di Indonesia. Sejak pertama kali dipasarkan, 14 tahun lalu, Avanza mampu membukukan penjualan sebanyak 1,6 juta unit berdasarkan data Mei 2017. 

Direktur Marketing dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menyampaikan bahwa pasar Low MPV di Indonesia masih sangat besar. Masuknya Low MPV baru tentu akan membuat persaingan di kelas ini menjadi lebih menarik. Tapi Jonfis mengaku tak khawatir akan kehilangan pasar Honda Mobilio karena kehadiran kompetitor yang dijual dengan harga jauh di bawah harga rata-rata. "Kami memiliki konsumen yang loyal," kata Jonfis di kawasan Senayan, beberapa waktu lalu. 

Mitsubishi Xpander. TEMPO/Wawan Priyanto. 

Mitsubishi Xpander akan menjalani debut (world premiere) di GIIAS 2017. Mobil ini akan dijual mulai dari Rp 189 jutaan. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) masih menutup rapat informasi terkait mobil MPV barunya itu. Termasuk soal target penjualan. 

Meski demikian, Director of Sales and Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro sempat menyebutkan produksi Xpander di pabrik Mitsubishi Karawang ditargetkan 80 ribu unit per tahun. "60 ribu unit untuk domestik, 20 ribu unit ekspor," kata Irwan di sela-sela perkenalan MPV Mitsubishi di Senayan, Jakarta, 24 Juni 2017. 

Dari target produksi sebanyak 60 ribu unit untuk pasar domestik itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa Mitsubishi menargetkan penjualan MPV barunya sebanyak 5000an unit per bulan. Angka itu tentu belum cukup untuk menggeser Toyota Avanza dari daftar mobil terlaris. Paling tidak, MPV terbaru Mitsubishi ini akan bersaing untuk menjadi terlaris kedua, berpacu dengan Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, dan Daihatsu Xenia. 

Bagaimana dengan Wuling Confero S? Mobil asal negeri Tirai Bambu ini memang belum teruji di Indonesia. Tapi dengan penawaran di bawah harga mobil LCGC, bukan tidak mungkin Confero S akan menjadi kuda hitam di segmen Low MPV. Apalagi mobil ini sudah diproduksi di Pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat. Pabrikan asal Cina ini bahkan menjamin ketersediaan suku cadang Confero S. 

Wuling Confero S. TEMPO/Praga Utama. 

Presiden SGMW Motor Indonesia Xu Feiyun menyampaikan lokalisasi produksi Confero S di Pabrik Wuling merupakan salah satu faktor yang membuat harga jualnya bisa ditekan. "Kami juga menggandeng supplier lokal untuk menyiapkan suku cadang. Kandungan lokal kami juga cukup tinggi, mencapai 56 persen," kata dia saat pengumuman harga Wuling Confero S di sebuah mal di Senayan, Rabu, 2 Agustus 2017. 

WAWAN PRIYANTO