Mudik Naik Motor, Ini yang Wajib Diperhatikan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara motor arus bailk bersiap menaiki kapal KRI Banda Aceh, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, (23/8). KRI Banda Aceh mengangkut 1.186 pemudik arus balik dan 535 sepeda motor secara gratis menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. ANTARA/R. Rekotomo

    Sejumlah pengendara motor arus bailk bersiap menaiki kapal KRI Banda Aceh, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, (23/8). KRI Banda Aceh mengangkut 1.186 pemudik arus balik dan 535 sepeda motor secara gratis menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik kendaraan bermotor kini disibukan dengan perawatan menjelang mudik. Terutama pada pengendara roda dua, meskipun tidak dianjurkan pemerintah, namun selalu menarik banyak peminat karena diklaim lebih irit ongkos.

    "Saat ini rata-rata konsumen pakai motor matik untuk mudik, motor sport dan bebek masih ada tapi lebih banyak motor matik injeksi saat ini," kata Kepala Service Advisor Ahass Putra Merdeka Cibubur, Rendy Saputra, Sabtu, 12 Mei 2018.
     
    Menurut Rendy biasanya konsumen yang mengatakan sendiri kalau motornya ingin dipakai untuk mudik. "Pasti konsumen pesan ke mekanik untuk minta cek secara keseluruhan untuk dipakai mudik."

    Baca: Jelang Mudik 2018, Auto2000 Berikan Diskon Servis dan Oli

    Rendy juga mengungkapkan bahwa untuk persiapan mudik perlu dilakukan beberapa pengecekan yaitu dilakukan infus injector memakai cairan khusus yang disebut DSM, pemeriksaan kanvas rem dan minyak rem, oli mesin, dan tak kalah penting bagian Continous Variable Transmission (CVT) serta vanbeltnya.
     
    Vanbelt dianggap komponen yang sangat krusial oleh Rendy karena lewat vanbelt putaran dari mesin disalurkan ke roda. "Kalau mau aman saat mudik sebelum berangkat mudik ya harus dicek semua, terutama vanbelt," ujarnya.
     
    "Vanbelt yang dianggap sudah tidak layak pakai biasanya terlihat secara visual sudah retak. Dan standar pemakaian mengganti vanbelt ada pada 24 ribu kilometer," Rendy menjelaskan.

    Baca: Penjualan Carsome Jelang Mudik 2018 Naik, Toyota Avanza Terlaris

     
    Masih menurut Rendy, kendala pemakaian jarak jauh untuk motor matik biasanya lebih ke vanbelt. Pada motor sport dan bebek, rantai memiliki peranan yang sama dengan vanbelt. "Sialnya, vanbelt ini kalau sudah melewati masa pakai dan tidak diganti bisa putus," katanya. "Kalau sudah begini ya bergantung pada pola perawatannya. Jangan sampai tunggu putus baru ganti."

    Rendy menyarankan agar servis dilakukan secara berkala untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan saat mudik.
     
    Menjelang mudik untuk konsumen yang ingin servis di bengkel resmi Honda AHASS Putra Merdeka Cibubur diperkirakan akan naik 50 persen dari hari biasa. "Nanti akan kelihatan dua minggu sebelum lebaran bengkel akan menjadi super sibuk dan dipenuhin konsumen yang mau servis," ujarnya.
     
    Khusus promo mudik Rendy mencontohkan untuk servis motor matic biaya servis Rp 70 ribu, pembersihan CVT Rp 50 ribu,  cairan injector Rp 50 ribu yang kalau diakumulasikan menjadi Rp 170 ribu. "Khusus promo mudik nantinya hanya dikenakan Rp 120 ribu," tuturnya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.