Harley Davidson Bangun Universitas di India, Ini Kegiatannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Harley Davidson. REUTERS/Edgar Su

    Ilustrasi Harley Davidson. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, JakartaHarley-Davidson, pabrikan motor Amerika Serikat membangun Universitas di New Delhi, India. Pendirian Universitas tersebut untuk menciptakan teknisi yang handal.  

    Di Harley-Davidson University, para instruktur akan memberikan pelatihan terkait mesin Harley dan komponen lainnya. Peserta mendapat materi mengenai mesin terbaru mereka, selah satunya adalah V-Twin Milwaukee 8. Mesin tersebut memiliki dua kapasitas yaitu 107 inci kubik dan 114 inci kubik. Peserta akan mendapat pelatihan membongkar mesin tersebut lalu merakitnya kembali.

    Tahap awalnya, peserta diberikan pengarahan mengenai cara kerja mesin, komponen mesin dan sebagainya. Dikutip dari Overdrive.in, Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Harley Davidson Asia, John McEaneny, melalui slide power point.

    Baca: Harley-Davidson Model Trike Ini Jadi Lucky Draw Kustomfest 2017

    Peserta juga diajarkan secara detail mengenai komponen mesin serta fitur dan teknologi pada mesin Milwaukee 8. Tentunya mesin tersebut juga dihadirkan langsung di depan peserta.

    Setelah diberi pengarahan berupa teori, peserta dapat mencoba mempraktekkan membongkar semua komponen mesin mulai dari penutup hingga bagian terkecil. Peserta akan menempati satu meja yang masing masing meja akan diisi oleh satu kelompok beranggotakan tiga orang.

    Peserta akan mendapat materi teknik mulai dari yang mudah seperti membuka penutup mesin, hingga ke teknik yang sulit seperti membuka silinder mesin. Setelah semua komponen dibongkar, peserta akan diarahkan ke fase berikutnya, yaitu kembali memasang komponen-komponen tersebut.

    Baca: Kisah Motor Chopperland Jokowi Sempat ke Jogja hingga Jepang

    Dalam kegiatan itu, masing-masing kelompok diberi satu orang teknisi pendamping dan manual guide book Harley-Davidson untuk membantu para peserta.

    OVERDRIVE | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.