Baby Jeep Dikabarkan Akan Menggunakan Mesin Fiat Panda

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeep mungil yang akan diproduksi 2019 dengan dimensi lebih kecil dari Jeep Renegade. Sumber: motor1.com

    Jeep mungil yang akan diproduksi 2019 dengan dimensi lebih kecil dari Jeep Renegade. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar Jeep akan merilis varian baru dengan dimensi mobil sport utility vehicle (SUV) lebih kecil. Baby Jeep ini nantinya diposisikan di bawah Renegade saat ini. Belum ada konfirmasi dari Jeep, tapi proyek baru ini diisukan "sudah dekat" dengan kenyataan. Mobil ini akan diproduksi di pabrik Italia.

    Italia adalah tempat rendering yang diciptakan OmniAuto. Dalam gambar virtual ini, Baby Jeep akan berbagi beberapa komponen dengan Renegade yang lebih besar dan memakai kisi radiator tujuh lubang.

    Baca: Jeep Akan Memasarkan Baby SUV Pesaing Suzuki Jimny, Ini Sosoknya

    Menurut rincian awal, Baby Jeep akan dirakit di pabrik FCA di Pomigliano di Italia, menggantikan Panda. Nantinya produksi Fiat Panda pindah ke Polandia, tempat pabrikan mobil itu mendesain model Abarth di Kota Tychy.

    Jika menerima lampu hijau, crossover baru ini mungkin akan sangat berbeda dengan Panda karena Jeep ingin mempertahankan ciri khasnya. Dalam gambaran kasar, model baru ini tidak akan jauh dari desain varian Trailhawk dari Renegade.

    Baca: Jeep Wrangler Ini Bisa 'Mendaki' Tebing yang Curam

    Kemungkinan Baby Jeep akan menggunakan mesin Fiat, seperti TwinAir Turbo 0.9 liter dengan 105 tenaga kuda (74 kilowatt) dan diesel MultiJet 1.3 liter dengan 75 hp (55 kW) serta torsi 140 pound-feet (190 Newton-meter). FWD harus standar, sementara tersedia opsional tipe sistem penggerak 4x4 dengan sistem perpindahan yang dikontrol secara elektronik.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.