Yamaha Lexi 125 Muncul di Kontes Modifikasi Maxi Bandung

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha Lexi 125. Tempo/Naufal Shafly

    Yamaha Lexi 125. Tempo/Naufal Shafly

    TEMPO.CO, Jakarta - Semi final ajang modifikasi skuter matik MAXI Yamaha, CustoMAXI, telah sampai pada kota terakhir yaitu Bandung, pada Sabtu, 3 Februari 2018. Dalam acara tersebut, Yamaha turut memamerkan anggota baru kelaurga Maxi, Yamaha Lexi 125 ke publik kota kembang.

    “Ini merupakan kejutan bagi warga di sini karena kedatangan ‘tamu’ istimewa yaitu Yamaha Lexi. Motor-motor MAXI Yamaha makin menghidupkan lifestyle masyarakat Bandung, apalagi memang dikenal sebagai kota fashion-nya Indonesia,” papar koordinator promosi Yamaha DDS Bandung, Ade Dimyati, dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Kamis, 8 Februari 2018.

    Baca: Yamaha Lexi 125 vs Honda Vario 125 Lebih Bagus Mana?

    Dalam event tersebut turut memperlombakan katogori Maxi Lady yang dikhususkan untuk para wanita. Di kategori itu, yang dinilai adalah outfit dan gaya para wanita yang berkendara dengan skuter MAXI. Pemenang di kategori Maxi Lady Bandung adalah Jelita.

    Jawara modifikasi kelas Xmax dimenangkan oleh Rizky Agung, kelas Nmax dirajai oleh Agus Hadi Purwanto dan kelas Aerox 155 jawaranya adalah Wiryawan.

    Final CustoMAXI akan diadakan di Jakarta, pada 24 Februari 2018. Motor-motor jawara dari 8 kota (Medan, Tangerang, Banjarmasin, Makassar, Bali, Surabaya, Semarang, dan Bandung) akan dikompetisikan untuk dicari juaranya. Juara akan mendapat 1 unit Aerox 155 S Version, 2 unit NMAX ABS, dan 1 unit XMAX.

    Baca: Memiliki Dek Luas, Yamaha Lexi 125 Bisa Bawa Galon Air

    Masing-masing finalis CustoMAXI akan dibuatkan mini movie modifikasi yang akan di-upload di Instagram @maxiyamahaindonesia. Mereka diberi kesempatan untuk mengumpulkan dukungan untuk mini movie mereka sebagai salah satu kriteria penilaian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.