Pasarkan Wuling Cortez dan Confero, Ini Target Selama 2018

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Motors Indonesia meluncurkan Wuling Cortez yang akan bersaing di segmen MPV bersama Toyota Kijang Innova. Model ini baru akan dipasarkan pada awal tahun depan. Sentul, 18 Desember 2017. TEMPO/Naufal Shafly

    Wuling Motors Indonesia meluncurkan Wuling Cortez yang akan bersaing di segmen MPV bersama Toyota Kijang Innova. Model ini baru akan dipasarkan pada awal tahun depan. Sentul, 18 Desember 2017. TEMPO/Naufal Shafly

    TEMPO.CO, Jakarta - Wuling Motors Indonesia mematok target penjualan sebanyak 30 ribu unit kendaraan sepanjang tahun 2018 melalui dua bermodel kendaraan penumpang serbaguna (MPV), Confero dan Wuling Cortez. Sejak masuk pasar Indonesia pada Agustus 2017, Produsen asal Cina ini menduduki urutan 10 besar lewat penjualan wholesales (pabrik ke diler) pada model Wuling Cortez dan Wuling Confero yang mencapai 5.050 unit tahun lalu.

    Baca: Inden Wuling Cortez Capai 600 Unit, Pengiriman Mulai Hari Ini

    "Pada 2017, wholesales kami 5.050 unit. Jadi tahun ini 30 ribu unit," kata Vice President VSSM Wuling Motors Cindy Cai kepada wartawan seusai peresmian harga Cortez di Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

    Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Asmahani menyatakan target 30 ribu unit kendaraan itu berlaku pada seluruh model Wuling di Indonesia, yaitu Confero dan Cortez. "Sales 2018 itu 30 ribu unit untuk seluruh model," jelas Dian.

    Terkait dengan target 30 ribu unit, pabrikan berlogo huruf W itu menyatakan belum memutuskan rencana ekspor karena masih fokus mengembangkan pasarnya di Indonesia. Wuling Motors telah menjajal duluan ketatnya pasar di segmen mobil serbaguna kecil (low multi purpose vehicle/LMPV) melalui seri Confero yang dijual dengan harga yang begitu kompetitif, mulai Rp128 juta hingga Rp162,9 juta.

    Baca: Promo Penginden Wuling Cortez Dapat Voucher After Sales Rp 3 Juta

    Sedangkan versi menengah, Wuling Cortez, dijual mulai Rp 218 juta untuk tipe terendah hingga Rp 264 juta untuk varian tertinggi berstatus on the road DKI Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.