Showroom Subaru Ini Tak Terjamah Manusia Selama Hampir 30 Tahun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dealer Tua Subaru di Malta yang telah 30 tahun ditinggalkan pemiliknya. Sumber: thesun.co.uk

    Dealer Tua Subaru di Malta yang telah 30 tahun ditinggalkan pemiliknya. Sumber: thesun.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah showroom mobil Subaru di tengah kota kecil Mosta, Malta—negara kepulauan selatan Italia, ditinggalkan pemiliknya sejak 1990-an. Dealer Subaru tersebut dilaporkan tutup pada akhir 1990-an ketika tak mampu bersaing dengan mobil produk Jepang, yang menawarkan harga lebih murah. Tampaknya, pemilik showroom memutuskan mengurangi kerugian dengan menutup toko dibanding harus bersaing dengan produk baru.

    Baca: Inilah 6 Mobil Baru yang Dipamerkan Subaru di Tokyo Motor Show

    Situs cardaddiction.com mengunggah gambar ruang pamer di kota kecil Mosta, Malta, pada 2015. Di antara koleksi, tampak berbagai mobil Subaru klasik, dari yang compact, Justy, hingga model awal, Impreza. Tampak juga mobil sport 1987, Subaru XT Turbo.

    Dirilis terakhir dari pabrik pada 1991, mobil sport baru XT X250 ini bisa jadi yang tersisa terakhir di dunia. Saat itu, Subaru XT merupakan mobil yang futuristik dengan teknologi terkini yang jarang didapati pada coupe sport kecil.

    Mobil ini dilengkapi dengan four-wheel-drive dan turbocharger. Tak hanya itu, Subaru XT Turbo memiliki fitur yang tidak biasa, seperti penutup pintu lipat yang dapat ditarik, pistol-grip pemindah gigi, headlight washers, trip computer, dan hill-hold brake system.

    Baca: Subaru Akan Produksi Mobil di Thailand

    Model yang dipamerkan showroom Fuji adalah setir kanan, yang membuatnya bahkan lebih langka dan cocok untuk diimpor ke Inggris. Tak ada taksiran jelas soal harga mobil Subaru yang berusia 30 tahun tersebut. Namun prediksinya mencapai puluhan ribu pound sterling atau sekitar ratusan juta hingga miliaran rupiah.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.